kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga beras sampai Februari masih tinggi


Selasa, 24 Januari 2012 / 13:17 WIB
ILUSTRASI. Foto udara proyek pembangunan Kawasan Subang Smartpolitan di samping Tol Cipali di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020).


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Test Test

JAKARTA. Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, menyatakan bahwa harga beras medium sampai dengan Februari mendatang diperkirakan masih akan tinggi. Penyebabnya adalah siklus panen yang rutin terjadi.

Meski demikian, lanjut Rusman, memasuki pertengahan Februari, diharapkan akan terjadi penurunan harga. Memasuki bulan Maret dan April, harga beras akan mengalami penurunan yang signifikan. "Siklusnya memang seperti itu. Puncak harga tinggi beras memang Januari," ujar Rusman, Selasa (24/1).

Rusman menambahkan, penurunan harga beras pada Maret dan April mendatang, bahkan dapat memberikan kontribusi deflasi pada perkembangan deflasi secara keseluruhan. Pengaruh deflasi beras sangat kuat, sehingga menyebabkan deflasi secara keseluruhan atau nasional pada bulan Maret sampai April.

Saat ini, harga beras konsumsi medium telah mencapai kisaran harga Rp 10.000, di pasar. Sedangkan, untuk beras kategori murah seperti untuk raskin sekitar Rp 7.000 per liter.

Meski demikian, Rusman berharap, harga beras konsumsi medium tidak akan melebihi Rp 10.000 per liter. "Mudah-mudahan tidak sampai lebih dari itu. Karena pada pertengahan Februari diperkirakan sudah ada panen, yang bisa untuk menyuplai pasar, sebelum untuk stok," pungkas Rusman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×