kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Beras di Atas HET, Ini Penjelasan Badan Pangan Nasional


Senin, 04 September 2023 / 12:58 WIB
Harga Beras di Atas HET, Ini Penjelasan Badan Pangan Nasional
ILUSTRASI. Badan Pangan Nasional menyebutkan, harga beras rata-rata nasional masih ada di atas harga eceran tertinggi.KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional per 3 September 2023, harga rata-rata nasional komoditi beras medium di tingkat konsumen untuk di zona 1 ialah Rp 12.012 per kilogram (kg). 

Kemudian beras medium di zona 2 Rp 12.889 per kg, beras medium zona 3 Rp 14.407 per kg. Kemudian beras premium di zona 1 Rp 13.320 per kg, beras premium di zona 2 Rp 15.009 per kg, beras medium di zona 3 Rp 16.581 per kg. 

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa menuturkan, dilihat dari harga eceran tertinggi memang hampir semua berada di atas harga eceran tertinggi (HET). 

Baca Juga: NFA Dorong Peningkatan Produksi Gabah dan Beras Semester II Tahun 2023

Berdasarkan data prognosa neraca pangan nasional  periode Januari - Oktober 2023 terlihat carry over stok beras tahun 2022 sebanyak 4,06 juta ton. Namun stok awal 2023 tersebut, kata Astawa 40% berada di rumah tangga produsen. Sedangkan, stok beras akhir Oktober 2023 ialah 8,5 juta ton. 

"Persebaran 4,06 juta ton itu antara lain 40% di rumah tangga produsen. Artinya kalau kita melihat stok produksi yang begitu besar memang belum atau tidak semuanya tersebar ke masyarakat tidak semua tersebar ke market," kata Astawa dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2023 secara virtual, Senin (4/9).

Begitu pula jika dilihat dari sisi produksi dimana dari data Badan Pangan Nasional menyebut perkiraan produksi Januari - Oktober 2023 sebanyak 27,8 juta ton. Namun, produksi tersebut juga diperkirakan tidak semua akan beredar di pasar. Hal tersebut yang menjadi salah satu penyebab harga beras masih akan naik. 

"Ini yang salah satu penyebab kenapa peredaran beras kita juga di lapangan harganya masih akan menanjak," imbuhnya.

Saat ini cadangan beras pemerintah (CBP) di Perum Bulog sebanyak 1,5 juta ton. Pemerintah, kata Astawa akan melakukan langkah penataan CBP sehingga kedepan ketentuan bantuan pangan beras dan lain sebagainya berasal dari CBP. 

Dari sisi perkembangan harga dari tingkat produsen, Astawa bilang, kondisi harga di petani sangat kuat. Hal tersebut lantaran, harga gabah kering panen (GKP) nasional sedang naik diposisi Rp 6.030/kg. Di Sumatra Barat saja GKP mencapai Rp 6.520/kg dan di NTB Rp 5.600/kg. Adapun HPP GKP ialah Rp 5.000/kg. 

"Ini perlu kita mitigasi, kalau kita mitigasi  beberapa waktu lalu, kalau kita tanya ini dikondisi inputnya memang dialami para petani kita. Sehingga GKP menjadi naik. Kalau GKP Rp 6.000 maka beras tinggal dikalikan dua, artinya jadi Rp 12.000 (harga beras)," jelasnya.

Astawa mengatakan, di sisi terjadi  penguatan harga maka saat ini pemerintah perlu menjaga stabilisasi disisi hilir.

"Sekali lagi dari harga GKP dan juga GKG juga mengalami kenaikan sehingga kalau kita kali 2 sudah jatuhnya Rp 12.000, belum sama margin dan lainnya, sehingga memang inputan dari petaninya memang sudah tinggi harga GKP-nya," jelasnya. 

Baca Juga: Harga Beras Merembet Naik karena Masa Panen Telah Lewat

Upaya NFA dalam mengendalikan harga beras dilakukan dengan memastikan CBP di Bulog aman untuk pelaksanaan bantuan pangan beras di September - Oktober. Serta memastikan stok carry over beras 1,2 juta ton untuk tahun 2024. Selain itu, NFA juga melaksanakan gerakan pangan murah di seluruh daerah untuk pengendalian harga. 

"Percepatan bantuan pangan beras sesuai arahan beras. Hari ini Kepala Badan Pangan sedang siapkan surat penugasan kepada Bulog sehingga bulan September sudah mulai dilakukan bantuan pangan," jelasnya. 

Percepatan bantuan pangan beras diharapkan akan mampu mengendalikan gejolak harga beras. 

Sebagai informasi, HET beras di tingkat konsumen ialah beras medium zona 1 Rp 10.900/kg, zona 2 Rp 10.909/kg, zona 3 Rp 11.800/kg. Kemudian HET beras premium zona 1 Rp 13.900/kg, zona 2 Rp 14.400/kg, zona 3 Rp 14.800/kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×