kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Hadiri pembukaan BEI, Jerry Sambuaga optimistis aktivitas ekonomi 2021 lebih cerah


Selasa, 05 Januari 2021 / 13:32 WIB
Hadiri pembukaan BEI, Jerry Sambuaga optimistis aktivitas ekonomi 2021 lebih cerah
ILUSTRASI. Investor menyaksikan pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2021 melalui kanal digital , Senin (4/1).


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan perdagangan perdana BEI tahun 2021, Wamendag Jerry Sambuaga mengungkapkan optimismenya.

Menurutnya tahun 2021 akan jauh lebih baik dan bergairah bagi ekonomi Indonesia. Hal ini didasari oleh berbagai hal yang dilakukan baik di aspek kesehatan maupun ekonomi itu sendiri.

Dalam sektor kesehatan, pemerintah telah mulai mengadakan vaksinasi sehingga diharapkan dampak Covid-19 bisa segera ditangani. Sementara dalam bidang ekonomi, pemerintah melakukan langkah-langkah perbaikan institusi dan regulasi maupun perbaikan daya beli masyarakat.

“Pak Menko Perekonomian tadi menyebut bahwa kita telah punya UU Ciptaker yang kita yakin mampu menjawab kebutuhan para pelaku usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi pengangguran dan sebagainya. Ada juga kebijakan penyaluran bantuan sosial dan sebagainya. Jadi kita sangat optimis dengan tahun 2021” Kata Jerry dalam keterangannya, Selasa (5/1).

Baca Juga: Ini capaian kinerja KSEI sepanjang 2020

Jerry menyebut kehadiran Mendag Baru, Muhammad Lutfi akan menjadi booster bagi kinerja perdagangan Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri. Tahun 2020, meskipun di masa pandemi, kinerja perdagangan Indonesia mencatatkan hasil yang cukup baik.

Di dalam negeri, tidak ada gejolak harga dan kelangkaan yang signifikan terjadi. Ini menandakan kuatnya sistem distribusi dan logistik yang ditunjang oleh berbagai aspek. Sementara di luar negeri, surplus Indonesia justru meningkat signifikan.

Catatan pada Desember 2020, total surplus Indonesia sudah berkisar di angka US$ 19,65 milyar atau tertinggi sejak 2012. Kehadiran Lutfi yang sudah matang malang melintang di dunia perdagangan, industri dan investasi diyakini akan membawa perdagangan Indonesia jauh lebih baik.

“Visi presiden salah satunya adalah melakukan transformasi ekonomi. Itu semua pasti harus didukung oleh kinerja dan juga transformasi dalam bidang perdagangan. Pak Lutfi bukan hanya punya pengalaman tapi visi dan kinerja beliau sudah kita akui. Jadi saya senang dan bangga mendampingi beliau dalam mewujudkan visi presiden saat ini.” Ujar Jerry.

Baca Juga: BEI terbitkan aturan perdagangan saham, berlaku saat kondisi normal di luar pandemi

Untuk mendukung Mendag, Wamendag sendiri melihat dalam perspektifnya, perlunya segera menyelesaikan target-target perundingan perdagangan dan implementasi perjanjian perdagangan yang telah ditandatangani dan diratifikasi.

“Fokusnya adalah bahwa pasar produk Indonesia harus diekstensifikasi baik ke pasar tradisional maupun pasar potensial lain. Juga, harus makin ditingkatkan nilai tambahnya sesuai arahan presiden.” Kata Wamendag.

Untuk itu, menurut Jerry perlu sinergi yang baik antara sektor keuangan dan sektor perdagangan riil. Keterlibatan seluruh stakeholder termasuk masyarakat perlu digenjot. Dalam perdagangan saham, Jerry melihat perlunya sosialisasi yang makin masif di masyarakat agar bisa berpartisipasi sebagai investor di bursa saham.

Baca Juga: Yakin kondisi membaik, Menko Perekonomian berharap IHSG sentuh 7.000 pada akhir 2021

Dalam catatan BEI, pada tahun 2020 yang baru lewat, jumlah investor pasar modal yang tercatat mencapai 3,53 juta investor. Jumlah itu terdiri dari  42,6% atau 1,50 juta di antaranya merupakan investor saham dan sisanya investor reksa dana dan obligasi.

Dilihat dari jumlah itu, potensi masyarakat Indonesia di bursa berjangka masih sangat besar. Sosialisasi, menurut Jerry, bisa diarahkan terutama generasi muda agar pintar memanfaatkan peluang di dunia investasi.

“Semakin besar masyarakat berinvestasi tentu akan sangat baik dampaknya bagi produsen dan industri perdagangan di Indonesia. Terlebih jika investasinya diarahkan untuk perusahaan-perusahaan dalam negeri. Makin kuat perusahaan, makin banyak tenaga kerja diserap dan kesejahteraan masyarakat juga makin besar. Investor sendiri tentu pasti dapat untung.” ujar Jerry.

Selanjutnya: Melantai di bursa pekan depan, Diagnos Laboratorium Utama gunakan kode saham DGNS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×