kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Guru Besar UI : Kontrak Karya Freeport harus diperbaharui


Kamis, 17 November 2011 / 20:19 WIB
ILUSTRASI. Berdasarkan data PIPU Bank Indonesia, bunga deposito paling tinggi di bank sebesar 5,13%.


Reporter: Rika Panda |

JAKARTA. Kontrak karya PT Freeport Indonesia tidak mencerminkan adanya kesetaraan posisi tawar bagi kedua belah pihak. Oleh sebab itu, pemerintah harus berani melakukan renegoisasi ulang kontrak tersebut. Hal ini disampaikan oleh Hikmahanto Juwana, Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Indonesia, Kamis (16/11).

"Ketika Kontrak Karya generasi pertama ditandatangani pemerintah di tahun 1967, pemerintah Indonesia berada dalam posisi tawar yang lemah (weak bargaining position)," ujarnya.

Menurutnya, Kontrak Karya yang ada diberlakukan sebagai "Lex Spesialis". Kondisi ini telah menyalahi doktrin hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia sehingga tidak bisa dipertahankan.

“Hal itu bisa disanggah keberadaannya,” terang Hikmahanto. Tapi, ia mengingatkan pemerintah harus berhati-hati jangan sampai membuat peraturan perundangan atau mengamendemen peraturan perundangan dengan maksud untuk mempermasalahkan kontrak.

"Jangan untuk memainkan. Ini tidak berlaku hanya pada satu pelaku usaha saja tapi untuk semua. Jadi tidak berkesan untuk menzolimi satu pihak saja," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×