kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Gudang Bulog Penuh, Mentan Pastikan Pasokan Beras Aman Sampai 11 Bulan ke Depan


Senin, 06 April 2026 / 10:12 WIB
Diperbarui Senin, 06 April 2026 / 10:14 WIB
Gudang Bulog Penuh, Mentan Pastikan Pasokan Beras Aman Sampai 11 Bulan ke Depan
ILUSTRASI. Stok beras bulog hadapi fenomena Gozilla El Nino (ANTARA FOTO/RAHMAD)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan cadangan beras pemerintah (CBP) mencukupi kebutuhan nasional hingga 11 bulan kedepan.

Pihaknya pun mengklaim pasokan yang ada mencapai 4,5 juta ton dan telah memenuhi gudang-gudang beras Bulog di seluruh daerah. 

"Sekarang gudang sudah penuh, kapasitas gudang hanya 3 juta ton, sekarang sudah sewa 2 juta ton gudang. Nah, ini kita akan sewa lagi ke depan. Kemungkinan ke depan itu 10 hari, 20 hari stok sudah 5 juta ton,” kata Amran dalam keterangan resminya, Minggu (6/4/2026). 

Baca Juga: Siap Hadapi Ancaman El-Nino, Mentan Tegaskan Cadangan Beras Capai 4,5 Juta Ton

Menurutnya, capaian stok ini hasil dari kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan produksi dalam waktu singkat. 

Sejak tahun lalu, pemerintah telah menaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah, menurunkan harga pupuk bersubsidi, hingga melakukan transformasi pertanian modern. 

Amran menekankan bahwa capaian ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Indonesia. 

“Pernah nggak dengar Republik Indonesia punya beras stok 5 juta ton? Jadi nggak usah khawatir, pangan aman,” tegasnya.

Di tingkat daerah, peningkatan stok juga terlihat signifikan, khususnya di Sulawesi Selatan yang kini mencapai sekitar 761.000 ton atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.

“Di Sulawesi Selatan saja, dulu itu 300.000 ton. Ini hari ini 700.000 ton. Dua kali lipat,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×