kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Gubernur Papua Barat persilakan dana otsus diusut


Senin, 18 April 2011 / 20:39 WIB
ILUSTRASI. Layar menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Ada empat emiten yang menjadwalkan cum dividen pada hari ini (6/7). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Djumyati P.

BOGOR. Gubernur Papua Barat, Abraham O Atururi tidak keberatan jika dana otonomi khusus (otsus) ke provinsinya diusut. Sehubungan ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyatakan dana sebesar Rp1,85 triliun yang seharusnya dialokasikan untuk program pendidikan dan kesehatan justru didepositokan.

"Kalau mau ditindaklanjuti, silakan teruskan," katanya di sela-sela rapat kerja Pemerintah dan pelaku usaha di Istana Bogor, Senin (18/4).

Sejauh ini, Abraham mengaku belum mengetahui atau membaca soal laporan hasil audit investigasi BPK tersebut. Terlepas dari itu, sudah menjadi tugas penegak hukum untuk menindaklanjuti sesuatu yang dinilai melanggar. "Jelas sudah, itu sudah kewenangan negara, kita tidak boleh melawan. Hukum harus kita kedepankan," paparnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Alex Hasegem memaparkan bahwa temuan BPK, yakni hasil audit yang berlangsung di saat monitoring daerah mengenai penyerapan anggaran Otda dan APBD belum selesai.

“BPK sudah turun ke daerah di saat kami melakukan klarifikasi. Ada pekerjaan yang belum selesai, tetapi anggarannya selesai 50 persen, ada yang pekerjaannya selesai, tetapi anggarannya belum selesai cair seluruhnya,” tegasnya.

Dan untuk mengoptimalkan pengawasan, Pemprov Papua telah menandatangani MoU, 16 April 2011 dengan BPK, DPRD dan Pemkab/Pemkot untuk peningkatan pengawasan pelaksanaan pembangunan. “Dan yang jelas, dari hasil audit BPK secara spesifik, tidak ada yang dianggap korupsi. Kita sudah meluruskan dan mengklarifikasi semuanya,” ujar Alex.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×