kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Gubernur BI Sebut Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Pada Akhir 2023 di Bawah 50%


Sabtu, 04 November 2023 / 05:15 WIB
Gubernur BI Sebut Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Pada Akhir 2023 di Bawah 50%
ILUSTRASI. Probabilitas peningkatan suku bunga acuan The Fed pada akhir tahun 2023 di bawah 50%. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/rwa.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melihat, masih ada peluang kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) pada Desember 2023. 

Namun, Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, probabilitas peningkatan suku bunga acuan Paman Sam pada akhir tahun 2023 di bawah 50%. 

"Masih terlihat ada kemungkinan kenaikan di December 2023. Namun, probabilitasnya hanya sekitar 40%," terang Perry dalam konferensi pers, Jumat (3/11). 

Ini dengan melihat, salah satu pernyataan pejabat The Fed yang mengungkapkan saat ini upaya stabilisasi inflasi AS tidak hanya berasal dari kebijakan moneter saja. 

Baca Juga: The Fed Mempertahankan Suku Bunga Acuan, Simak Prediksi Pergerakan Rupiah

Ada kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS, yang akan membantu upaya moneter dalam pengendalian inflasi. 

"Jadi sepertinya, kalaupun (suku bunga AS) naik, kebijakan mengerem permintaan tidak hanya dari sisi moneter. Namun, juga ada sinergi kenaikan yield US Treasury," tambah Perry. 

Setelah pernyataan pejabat The Fed tersebut, Perry melihat bahwa otot rupiah makin terlihat. 

Nah, untuk menjaga momentum pergerakan rupiah tersebut, Perry mengungkapkan akan memperkuat kerja sama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. 

Bukan hanya dari menjaga rupiah, tetapi dengan menjaga pasar keuangan secara keseluruhan, termasuk terkait penerbitan surat berharga negara (SBN). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×