kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Gubernur BI: Ekonomi Global Makin Memburuk, Imbas Kebijakan Tarif AS


Rabu, 20 Agustus 2025 / 15:21 WIB
Gubernur BI: Ekonomi Global Makin Memburuk, Imbas Kebijakan Tarif AS
ILUSTRASI. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 berpotensi lebih rendah dari prakiraan sebelumnya sekitar 3%.?


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memandang perekonomian global saat ini sedang dalam kondisi melemah sejalan dengan meluasnya implementasi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).

Gubernur BI Perry Warjiyo mencatat, sejak 7 Agustus 2025 tarif resiprokal AS meluas dari 44 negara menjadi 70 negara, dengan tarif kepada sebagian negara seperti India dan Swiss lebih tinggi dari pengumuman semula.

“Implementasi tarif resiprokal AS tersebut menimbulkan risiko akan semakin melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia,” tutur Perry dalam konferensi pers, Rabu (20/8/2025).

Melihat kondisi tersebut, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 berpotensi lebih rendah dari prakiraan sebelumnya sekitar 3%.

Adapun Perry menambahkan, di AS prospek pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan lebih rendah sejalan dengan melemahnya permintaan domestik.

Baca Juga: Bank Indonesia Pangkas BI Rate 25 bps Jadi 5%

Sementara itu, ekonomi di India juga dalam kondisi melemah seiring dampak tarif AS yang lebih tinggi sehingga menekan kinerja ekspor dan sektor manufaktur.

Pun dengan ekonomi Eropa, Jepang, dan Tiongkok diperkirakan lebih baik seiring dengan kesepakatan tarif yang lebih rendah dan topangan belanja fiskal.

“Kecenderungan pertumbuhan yang lebih rendah dan menurunnya inflasi mendorong sebagian besar bank sentral menempuh kebijakan moneter yang akomodatif, kecuali Jepang,” ungkapnya.

Sementara itu, di AS, tekanan inflasi yang cenderung menurun mendorong semakin kuatnya ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) ke depan.

Meskipun demikian, Perry menyebut dalam jangka pendek ketidakpastian pasar keuangan global masih berlanjut dan perlu tetap diwaspadai guna menjaga ketahanan ekonomi domestik dari dampak rambatan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×