kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Golkar pesimis aset Century kembali ke negara


Rabu, 11 Desember 2013 / 18:42 WIB
Golkar pesimis aset Century kembali ke negara
ILUSTRASI. Harga HP OPPO A53 RAM 6GB Terbaru, Mulai dari Rp 2 Jutaan


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Anggota Tim Pengawas (Timwas) Century Nudirman Munir merasa pesimis dengan upaya perburuan dan pengembalian aset dalam kasus Bank Century. "Kalau dulu optimisme berkembang, sekarang justru pesimis. Sekarang tinggal mimpi, hampir seluruh aset yang telah disita di dalam negeri justru sekarang malah menguap," kata Nudirman di gedung DPR (Rabu 11 Desember 2013).

Nudirman merasa aneh kenapa Robert Tantular dapat memainkan peranan dalam mengatur skema penyitaan ini, padahal Robert tengah di dalam penjara. "Betapa luar biasanya Robert Tantular dari dalam penjara memainkan peranannya sehingga aset negara itu sudah tidak bisa kita kuasai," lanjutnya.

Anggota Komisi III tersebut menyebut Mal Serpong yang kini diperkarakan menjadi salah satu bukti 'kehebatan' Robert. "Padahal itu barang sudah disita karena pencucian uang, sudah inkrah seharusnya menjadi milik negara. Malah digugat oleh pengadilan niaga, sehingga barang itu tak bertuan dan ujung-ujungnya kembali ke Robert lagi," keluhnya.

"Century sudah banyak yang disita, semua di ujung tanduk. Digugat lagi, kalah disini digugat lagi. Ujung-ujungnya pemerintah tidak bisa mengeksekusi," tambahnya.

Ia cuma berharap agar seluruh aparat penegak hukum harus mengedepankan politics will untuk menyelesaikan penyitaan ini agar kembali ke tangan negara.

"Sitaan harus dicabut, siapa yang bertanggungjawab juga tidak jelas, kenapa hakim kita jadi seperti itu, Rp 6,7 trilun menguap. Saya mohon penegak hukum melakukan kerjasama, dalam rangka menyelesaikan masalah ini," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×