kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Golkar dan PDIP sambut kedatangan Partai SRI


Kamis, 04 Agustus 2011 / 15:50 WIB
ILUSTRASI. Pembangunan Terminal Kijing yang dilaksanakan oleh Wijaya Karya (WIKA) akan memiliki trestle terpanjang di Indonesia.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Hadirnya Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) kian memeriahkan kancah peta perpolitik. Terlebih Partai yang berlambang sapu lidi ini mengusung nama Sri Mulyani sebagai jagoannya untuk pemilihan umum (Pemilu) tahun 2014.

Taufiq Kiemas, selaku Ketua Dewan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengaku tidak merasa terancam atas kehadiran partai ini. Justru dirinya menyambut baik lantaran kian banyak partai yang bakal meramaikan politik di Indonesia. "Baguslah, partai besarkan, ada banyak lagi seperti Nasdem dan lain-lain," katanya Kamis (4/8).

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengucapkan selamat datang atas hadirnya partai yang digawangi pengamat politik, Arbi Sanit itu. "Kami welcome dalam arena perpolitikan nasional," katanya.

Agung menegaskan sikap Golkar tidak meresistensi kehadiran partai baru. Kemudian, senada dengan PDIP dan Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) pun menyambut kehadiran partai ini. "Semakin banyak partai semakin baik saja dalam arti mengikuti aturan yang ada, tidak apa-apa wong negara demokrasi," tegasnya.

Partai SRI telah mendaftarkan diri ke Kementerian Hukum dan HAM kemarin. Partai ini berniat mengusung Sri Mulyani sebagai calon presiden 2014 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×