kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Geser Tiongkok, India Jadi Negara Tujuan Ekspor Favorit Indonesia 5 Tahun Terakhir


Rabu, 01 Maret 2023 / 13:49 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (22/2/2023). India menggeser Tiongkok sebagai negara dengan tujuan ekspor terfavorit Indonesia dalam 5 tahun terakhir, yaitu dari tahun 2018 hingga 2022.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. India menggeser Tiongkok sebagai negara dengan tujuan ekspor terfavorit Indonesia dalam 5 tahun terakhir, yaitu dari tahun 2018 hingga 2022.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, 5 negara teratas tujuan ekspor Indonesia selama 5 tahun terakhir, yakni Tingkok, Jepang, European Union, Amerika Serikat, dan India.

"Rata-rata pertumbuhan ekspor selama 5 tahun terakhir, yaitu India sebesar 11,3% jauh lebih tinggi dibandingkan Tiongkok yang tumbuh 8,3%," ucap dia dalam acara Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, Rabu (1/3).

Baca Juga: Ini Sejumlah Komponen yang Mendorong Inflasi pada Februari 2023

Sementara itu, Airlangga menyebut 5 negara tertinggi asal impor, yakni Tiongkok, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Korea.

Dia juga menerangkan neraca perdagangan Indonesia dalam 5 tahun terakhir dipengaruhi 4 negara besar dunia, yakni Tiongkok, Amerika Serikat, European Union, dan India.

Adapun perdagangan Indonesia dengan Tiongkok mengalami defisit, tetapi terus menurun atau membaik nilai defisitnya. Tercatat pada 2022 defisit hanya US$ 1,8 miliar.

Airlangga mengatakan perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat, European Union, dan India mengalami surplus dengan nilai surplus terus meningkat, termasuk pada 2022 yang kenaikan begitu signifikan.

Baca Juga: BPS: Curah Hujan yang Tinggi Bisa Mengancam Musim Panen Raya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×