kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Genjot devisa, empat industri ini perlu dua insentif ideal


Rabu, 27 Juni 2018 / 20:33 WIB
ILUSTRASI. Tandan Buah Kelapa Sawit


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tengah menggodok rencana pemberian insentif bagi industri yang menghasilkan devisa, seperti sektor pariwisata dan subtitusi impor. Tujuannya, dalam rangka memperbaiki defisit transaksi berjalan (current account deficit atau CAD) yang telah terjadi sejak akhir 2011 silam.

Namun, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, sektor industri penghasil devisa yang seharusnya diprioritaskan bukanlah sektor pariwisata. Sebab, sektor pariwisata lebih pada pembangunan infrastruktur dan rute penerbangan baru.

Sektor yang membutuhkan insentif lanjut Bhima, justru empat sektor industri lain. Pertama, sektor pengolahan hasil perkebunan. Misalnya, oleokimia, turunan sawit, karet dan sebagainya.

Kedua, industri tekstil bahan baku lokal. Ketiga, industri alas kaki dan produk kulit. Keempat, industri makanan minuman. 

Menurut Bhima, selain tax holiday, "Bentuk insentif idealnya, bisa melalui relaksasi tarif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) ekspor barang," kata Bhima kepada Kontan.co.id, Rabu (27/6).

Tak hanya relaksasi PPN, insentif ideal lainnya yang bisa diberikan yaitu melalui kebijakan subsidi bunga lewat bank BUMN setara bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) 7%. Sebab, "Kalau insentif yang diberikan berupa percepatan izin, masih butuh waktu, tidak quick win," tambah Bhima.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×