kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.964   -31,00   -0,18%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Gejolak harga minyak belum picu inflasi


Senin, 28 Februari 2011 / 16:36 WIB
Gejolak harga minyak belum picu inflasi
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi menggunakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BRI./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/17/06/2019.


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Armida S. Alisjahbana mengatakan, gejolak harga minyak mentah belum memicu terjadinya inflasi. Sebab, dia melihat, harga beberapa komoditas pangan belum mengalami peningkatan.

Sebaliknya, Armida menilai, harga komoditas pangan justru mulai surut karena memasuki masa panen. “Jadi belum tentu inflasi akan lebih tinggi lagi gara-gara kenaikan minyak dunia. Inflasi kan banyak faktornya,” imbuhnya, Senin (28/2).

Karena itu, dia yakin, pada Februari ini inflasi tidak akan setinggi bulan-bulan sebelumnya. Sebelumnya, Januari lalu, laju inflasi sebesar mencapai 0,89%.

Armida mengakui, gejolak harga minyak mentah memang menyulitkan. Bila harganya terus bergerak di atas US$ 110 per barrel, dia menduga, DPR akan mengevaluasi asumsi makro dan target dalam APBN 2010. "Tetapi kalau situasi ini begini terus bisa saja setelah triwulan pertama," katanya.

Asal tahu saja, harga minyak mentah terus bergejolak seiring krisis politik di Timur Tengah dan Afrika Utara. Harga untuk kontrak pengiriman April mendatang sudah naik 2,1% menjadi US$ 99,96 per barel di New York Mercantile Exchange.

Karena itu Armida berharap, kerusuhan di Timur Tengah bisa kembali normal dan stabil. “Kalau situasi normal kan mudah-mudahan harga minya turun,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×