kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.536   36,00   0,21%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Gayus Lumbuun minta Sekretariat MA diaudit


Selasa, 10 April 2012 / 15:19 WIB
ILUSTRASI. Murah, harga mobil bekas Honda Jazz paling rendah Rp 60 juta per April 2021


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can

JAKARTA. Juru Bicara Mahkamah Agung Gayus Lumbuun meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit Sekretariat Mahkamah Agung. Menurutnya, audit ini untuk mengetahui alasan keterlambatan pemberian remunerasi yang diterima hakim agung.

Gayus mengatakan, audit ini perlu bila Sekretariat Mahkamah Agung enggan menjelaskan secara terbuka permintaan penambahan dana sebesar Rp 405,1 miliar yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2012. "Karena dikhawatirkan dana ini tidak untuk pembayaran remunerasi dan juga penambahan gaji para hakim," kata Gayus, Selasa (10/4).

Dengan adanya audit investigasi ini, Gayus berharap ada transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran. Sebab selama ini, Gayus menuding ada pemborosan anggaran berupa perbaikan gedung Mahkamah Agung yang dinilainya bukan hal prioritas.

Gayus yang juga Hakim Agung ini menuding ada keterlambatan pemberian remunerasi selama dua bulan lebih. Namun, dia tidak mengetahui alasan keterlambatan tersebut. Menurutnya, Sekretariat Mahkamah Agung harus menjelaskan alasan keterlambatan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×