kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.909   -9,00   -0,05%
  • IDX 6.052   -41,98   -0,69%
  • KOMPAS100 781   -4,78   -0,61%
  • LQ45 599   -3,11   -0,52%
  • ISSI 211   -1,71   -0,80%
  • IDX30 333   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 426   -0,92   -0,22%
  • IDX80 89   -0,52   -0,58%
  • IDXV30 116   -0,12   -0,10%
  • IDXQ30 109   -0,22   -0,21%

Gara-gara efek virus corona, Fitch prediksi penerimaan APBN 2020 cuma naik 3%


Kamis, 27 Februari 2020 / 16:11 WIB
ILUSTRASI. Jalur lintasan kereta ringan atau LRT Jabodebek terlihat dari ketinggian di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (7/1). Fitch Solutions prediksi adanya defisit APBN yang lebih lebar pada tahun ini yaitu mencapai 2,5% terhadap PDB. KONTAN/Fransiskus Sim


Reporter: Grace Olivia | Editor: Tendi Mahadi

Fitch juga menilai bahwa pemerintah Indonesia selama ini memiliki catatan buruk dalam hal memperluas basis pajak dan meningkatkan kepatuhan pajak. Program tax amnesty yang digelar pada 2017-2018 hanya berhasil mendongkrak penerimaan pajak di periode itu saja. 

“Pada tahun-tahun di periode itu penerimaan naik secara rata-rata 12%, tapi efek tax amnesty tersebut terlihat gagal pada tahun 2019 kemarin,” tulis Fitch. 

Baca Juga: Tamu hotel kapsul Bandara Soekarno-Hatta turun hingga 50% akibat wabah virus corona

Adapun Kementerian Keuangan sebelumnya melaporkan, realisasi penerimaan negara secara keseluruhan hanya tumbuh 0,7% yoy atau Rp 1.957,2 triliun, sangat jauh dari target pertumbuhan 12,6% yoy atau Rp 2.165,1 triliun.

Lantas, terjadi pelebaran defisit pada APBN 2019 dari awalnya ditargetkan 1,84% menjadi 2,2% terhadap PDB atau sebesar Rp 353 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×