kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Fraksi PDI Perjuangan sangkal dukung gedung baru DPR


Kamis, 07 April 2011 / 21:37 WIB
Fraksi PDI Perjuangan sangkal dukung gedung baru DPR
ILUSTRASI. A scientist holds up sample vials inside a laboratory at Sorrento Therapeutics where efforts are underway to develop an antibody, STI-1499, to help in prevention of the coronavirus disease (COVID-19) in San Diego, California, U.S., May 22, 2020. REUTERS/B


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Baru beberapa jam, rapat konsultasi pimpinan DPR RI memutuskan untuk melanjutkan pembangunan gedung baru DPR, Fraksi PDI Perjuangan justru menyangkal telah merestui pembangunan geudng baru DPR.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan mengaku, FPDI Perjuangan tetap meminta rencana pembangunan gedung baru DPR RI ditunda terlebih dahulu.

"Kami tetap minta untuk menunda bangun gedung DPR. Dan tak ada istilah mendukung. Fraksi kami meminta penundaan pembangunan gedung dan mengkaji ulang," kata Tjahjo Kumolo kepada tribunnews.com di Jakarta, Kamis (7/4/2011).

Menurutnya, sikap FPDI Perjuangan secara tertulis ini sudah ditayangkan pada rapat konsultasi DPR RI. "Sikap Fraksi PDI Perjuangan jelas tertulis. Intinya, meminta penundaan rencana pembangunan Gedung DPR dan perencanaan ulang," imbuhnya.

Untuk diketahui, setelah melalui perdebatan panjang, rapat konsultasi pimpinan DPR, pimpinan fraksi dan pimpinan BURT, akhirnya memutuskan untuk meneruskan rencana pembangunan gedung baru DPR. Wakil Ketua DPR Anis Matta menjelaskan, dari sembilan fraksi yang ada, hanya dua yang menolak pembangunan gedung tersebut yaitu Fraksi PAN dan Fraksi Partai Gerindra. (Tribunnews.com/Rachmat Hidayat)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×