kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

PAN: Pembangunan gedung baru semakin buat citra DPR kian terpuruk


Kamis, 07 April 2011 / 20:56 WIB
ILUSTRASI. IHSG ditutup melonjak 3,53% ke 4.986,46 pada Selasa (16/6).


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Wakil Sekjen DPP PAN Teguh Juwarno mengaku kecewa dengan hasil keputusan pembangunan gedung DPR RI. Bukan hanya itu, ia juga menilai, rapat konsultasi tidak melalui proses yang benar.

“Tadi bisa disebut voting fraksi kasarnya. Bahkan kami mengusulkan untuk dibawa ke paripurna tapi ini juga tidak disetujui,” ujar Teguh usai konferensi pers gedung baru Nusantara II, Kamis (7/4).

Pasalnya, dari dahulu PAN meminta proses pembangunan gedung dibuat dengan transparansi. Apalagi, ia melihat dengan realitas rakyat yang terkesan berat merestui serta ekonomi Indonesia yang dianggapnya kurang baik.

“Prosesnya kami anggap ada hal-hal yang tidak transparan. Kemudian yang lebih penting lagi, kita harus lebih realitas bahwa masyarakat dan perekonomian kita juga masih berat, mengapa kita memaksakan diri memutuskan membangun gedung mewah seperti ini,” tegasnya.

Seharusnya, dengan batalnya pembangunan gedung, hal itu akan mengembalikan kepercayaan DPR RI di mata publik. Dengan adanya keputusan ini, hal tersebut akan membuat DPR RI semakin terpuruk di mata masyarakat. “Sama saja kita tidak peduli dengan aspirasi publik,” tambahnya.

Ia pun menegaskan, jika berdiri nanti, PAN tidak akan menggunakan gedung baru.

Komentar senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Edhy Prabowo. Dia bilang, pembangunan gedung baru bukanlah hal yang sifatnya mendesak atau urgent. “Kami menganggap pembangunan gedung tidak urgent.

Ia pun menjelaskan, tujuh fraksi yang mendukung juga tidak semuanya mutlak menyetujui. Maksudnya, ketujuh fraksi tersebut pun meminta agar dilakukan evaluasi terkait pembangunan gedung baru. “Mereka meminta agar dalam pembangunan nanti tidak terjadi pemborosan. Tapi kita tetap menolak dan kita akan jalankan gerakan moral,” ucap Edhy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×