kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Formula upah baru diklaim untungkan tiga pihak


Kamis, 15 Oktober 2015 / 19:13 WIB
Formula upah baru diklaim untungkan tiga pihak


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Pemerintah baru saja merilis Paket Kebijakan Ekonomi Jilid IV.

Salah satu paket yang mereka keluarkan adalah menyangkut rumus penetapan upah buruh.

Hanif Dhakiri, Menteri Tenaga Kerja mengatakan, mulai tahun 2016 UMP akan dihitung dengan menambahkan UMP tahun berjalan dengan hasil perkalian antara UMP tahun berjalan ditambah inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian mengatakan, inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang dipakai berskala nasional.

"Untuk pertumbuhan ekonomi diambil kuartal 3 dan 4 tahun kemarin dan kuartal 1 dan 2 tahun ini," katanya di Jakarta Kamis (15/10).

Hanif mengklaim rumus penetapan UMP yang diputuskan pemerintah ini menguntungkan tiga pihak.

Pertama, pengusaha yang bisa mendapatkan kepastian berusaha.

Kedua, pekerja yang bisa terhindar dari upah murah. Ketiga, calon tenaga kerja.

"Dengan ini bisa membuat investasi terjaga dan kondusif, kesempatan kerja lebih luas sehingga calon tenaga kerja lebih memiliki posisi tawar yang lebih tinggi," katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×