kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.918.000   -22.000   -0,75%
  • USD/IDR 16.863   21,00   0,12%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Fokus Stabilitas Rupiah, BI Diprediksi Pertahankan BI Rate pada RDG Februari 2026


Selasa, 17 Februari 2026 / 13:07 WIB
Fokus Stabilitas Rupiah, BI Diprediksi Pertahankan BI Rate pada RDG Februari 2026
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) diperkirakan kembali mempertahankan suku bunga atau BI-Rate di level 5,75%. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) diperkirakan kembali mempertahankan suku bunga atau BI-Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2026.

Kepala Ekonom BCA David Sumual menyampaikan, BI diperkirakan kembali mempertahankan BI-Rate pada bulan ini lantaran masih terjadinya net outflow asing di aset portofolio dalam negeri.

“Selain itu inflasi juga sedikit naik di Januari 2026,” tutur David kepada Kontan, Selasa (17/2/2026).

Sebagaimana diketahui,  inflasi tahunan pada Januari 2026 mencapai 3,55% year on year (yoy), atau inflasi ini merupakan yang tertinggi sejak Juni 2023 atau dalam 2,5 tahun terakhir ketika lonjakan harga pemulihan Covid-19 berangsur mereda.

Baca Juga: Dana Desa Dipangkas 58% Buat Kopdes, Apkasi: Pelayanan Publik Harus Tetap Maksimal

Adapun David memperkirakan, BI maupun The Fed masih akan menahan suku bunganya sepanjang kuartal I 2026.

Ia menyampaikan bahwa terdapat kemungkinan risiko dari dampak perlambatan ekonomi Amerika Serikat dan penurunan harga aset yang dapat mendorong penurunan suku bunga pada paruh kedua tahun ini.

Dalam kesempatan berbeda,  Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto juga sepakat BI masih mempertahankan suku bunga pada RDG Februari 2025 ini.

Hal ini karena, BI dinilai masih akan fokus menjaga stabilitas makroekonomi domestik, terutama dari sisi moneter.

“Kita lihat kondisinya sekarang rupiah perlu langkah untuk stabilisasi nilai tukar, untuk menjaga cadangan devisa juga supaya tidak terkuras, selalu juga kondisi pasar keuangan kita juga perlu tetap dijaga daya tariknya,” ungkapnya.

Baca Juga: Risiko Pasar Keuangan Masih Tinggi, BI Diprediksi Menahan BI Rate pada Februari 2026

Ia menambahkan, apabila langkah-langkah tersebut telah dilakukan oleh BI, maka kondisi itu akan mendukung ruang bagi BI untuk ikut menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang kondusif.

Selain itu, BI juga memiliki instrumen makroprudensial yang dapat mendorong penyaluran kredit ke sektor prioritas pembangunan dengan biaya lebih murah melalui penurunan maupun insentif giro wajib minimum bagi bank yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas.

“Dan juga BI punya instrumen juga untuk mendukung kelancaran perekonomian melalui sistem pembayaran yang sangat baik,” tandasnya.

Selanjutnya: Awal 2026, Produksi Pertamina EP Sangasanga Tembus 5.257 Barel per Hari

Menarik Dibaca: Cara Berbagi dan Mengatur Keuangan di Tahun Kuda Api ala Blu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×