kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45764,61   -6,06   -0.79%
  • EMAS887.000 -1,88%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Fitch Solution Group prediksi defisit APBN 2020 capai 2,5% dari PDB


Kamis, 27 Februari 2020 / 14:24 WIB
Fitch Solution Group prediksi defisit APBN 2020 capai 2,5% dari PDB
ILUSTRASI. Fitch Solution Group merevisi target defisit APBN 2020 dari 1,8% menjadi 2,5% dari PDB

Reporter: Grace Olivia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fitch Solutions Group memprediksi, Indonesia akan mencatatkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang lebih lebar pada tahun ini, yaitu mencapai 2,5% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Lembaga riset risiko negara dan industri ini sebelumnya memprediksi defisit APBN 2020 hanya 1,8% terhadap PDB. 

Dalam laporan riset terbaru yang diterima Kontan.co.id, Kamis (27/2), ada tiga faktor yang melatarbelakangi proyeksi pelebaran defisit anggaran tersebut.

Pertama, prediksi Fitch terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hanya pada level 5,1% atau jauh lebih rendah dari asumsi pemerintah yaitu 5,3%. Apalagi, risiko penurunan (downside risks) makin besar akibat epidemi Covid-19 yang berkembang.

Baca Juga: Gara-gara virus corona, Sri Mulyani akui defisit APBN 2020 akan melebar dari target

“Kami sendiri telah menurunkan proyeksi pertumbuhan China —  mitra dagang utama Indonesia —  dari sebelumnya 5,9% menjadi hanya 5,6% di 2020. Penutupan pabrik-pabrik di China yang berkepanjangan dan larangan wisata akibat corona akan berdampak pada turunnya penerimaan terhadap minyak dan komoditas lainnya yang menjadi ekpsor utama Indonesia,” terang Fitch. 

Kedua, seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah itu, Fitch pesimis pemerintah Indonesia mampu memperluas basis penerimaan negara sepanjang tahun ini. Lembaga ini meragukan prospek penerimaan yang bersumber dari royalti dari industri sektor komoditas alam yang memegang porsi 13% dari total penerimaan.

Selain itu, Fitch juga memandang pemerintah Indonesia memiliki catatan buruk dalam hal memperluas basis pajaknya dan meningkatkan kepatuhan pajak. Sejatinya, lemahnya kemampuan pemerintah mengumpulkan pajak inilah yang menjadi alasan terutama mengapa Fitch meyakini defisit APBN akan makin melebar tahun ini. 

“Penerimaan dari saluran lain juga akan rendah terutama jika pemerintah berhasil mendorong rencananya untuk mengurangi pajak perusahaan dari 25% menjadi 20% pada tahun 2023 dalam rangka menarik investasi asing,”  sambung Fitch. 

Baca Juga: Efek virus corona, negara-negara Asia kompak bersiap melebarkan defisit anggaran

Terakhir, pemerintah juga sudah mengumumkan akan melakukan  frontloading  belanja pada semester I-2020 yang membuat pertumbuhan belanja pemerintah menguat di periode tersebut. Namun, Fitch meragukan adanya ekspansi fiskal yang berarti pada APBN 2020. 

“Pemerintah pasti akan kembali memotong belanja untuk dapat memenuhi aturan batas defisit 3% PDB seperti yang sejauh ini selalu dilakukan,” tulis Fitch.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×