kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Fitch Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2025 Jadi 4,9%


Kamis, 08 Mei 2025 / 09:16 WIB
Diperbarui Kamis, 08 Mei 2025 / 18:27 WIB
Fitch Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2025 Jadi 4,9%
ILUSTRASI. A flag is reflected on the window of the Fitch Ratings headquarters in New York in this February 6, 2013, file photo. REUTERS/Brendan McDermid/


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga pemeringkat global Fitch merevisi perkiraan pertumbuhan Indonesia tahun 2025 menjadi 4,9%, turun dari sebelumnya sebesar 5%. Fitch juga memproyeksi pertumbuhan Indonesia lebih rendah lagi di 2026, yakni sebesar 4,7%. Alasannya perang dagang global dan melemahnya belanja konsumen. 

"Akan sulit untuk mencapai pertumbuhan 5% tahun ini karena ada banyak ketidakpastian global mengenai pertumbuhan ekonomi dan tarif," kata Thomas Rookmaaker, Kepala surat utang kawasan Asia-Pasifik Fitch, seperti dikutip Reuters, Rabu (7/5). 

Baca Juga: Outlook Bisnis Stabil, Pertagas Raih Peringkat AA+ dari Fitch Ratings

Pelemahan pendapatan negara dapat membatasi kemampuan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan, bahkan ketika belanja rumah tangga telah menurun ke laju paling lambat dalam lima kuartal. 

Indonesia menghadapi tarif 32% atas ekspornya ke AS kecuali tarif yang lebih rendah dapat dinegosiasikan sebelum moratorium berakhir pada bulan Juli 2025. 

Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan 5,2% untuk tahun 2025, naik dari pertumbuhan 5,03% tahun lalu. Perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 4,87% tahun-ke-tahun pada kuartal I 2025, laju paling lambat sejak kuartal III 2021.

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani baru-baru ini menyatakan bahwa tarif baru AS dapat mengurangi pertumbuhan PDB sebesar 0,3 hingga 0,5 poin persentase.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×