kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Fitch kerek rating, Ekonom: cermati manajemen APBN


Kamis, 21 Desember 2017 / 09:43 WIB
Fitch kerek rating, Ekonom: cermati manajemen APBN


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Pemeringkat Internasional Fitch Ratings menaikkan rating utang jangka panjang Indonesia ke BBB dari BBB- dengan outlook stable. Fitch menilai bahwa ekonomi Indonesia tahan terhadap guncangan eksternal.

Pengamat ekonomi Eric Sugandi mengatakan, kenaikan rating ini adalah berita baik. "Saya pikir layak rating upgrade ini," kata Eric kepada Kontan.co.id, Kamis (21/12).

Eric menyatakan, ekonomi Indonesia memang cukup kuat menghadapi tekanan eksternal, sementara stabilitas ekonomi dalam negeri cukup terkendali, terutama inflasi yang rendah dan current account deficit (CAD) yang mengecil. "Walau pertumbuhan ekonomi tertekan di 5%-5,1%, tetapi cukup baik ketika harga komoditas berangsur pulih," ujarnya.

Dengan demikian, menurut Eric, yang perlu diperhatikan ke depan adalah manajemen defisit dalam APBN, "Karena investor bonds dari luar memperhatikan ini," kata dia.

Adapun Eric menyatakan bahwa soal pelemahan ekonomi struktural yang disoroti Fitch, yakni terkait PDB per kapita rata-rata yang rendah, sebesar US$ 3.780 dibandingkan dengan kisaran median negara dengan rating BBB sebesar US$ 11.173 adalah sesuatu yang harus ditangani. Meski begitu, penanganannya butuh waktu panjang,

Eric mengatakan, menaikkan PDB per kapita butuh pertumbuhan ekonomi tinggi, sementara reformasi birokrasi juga masih panjang, baik di K/L, pemerintah pusat, maupun pemda. "Rating agencies akan selalu menyoroti ini karena memang masalahnya tidak bisa selesai dalam jangka pendek," pungkas Eric.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×