kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.015   24,00   0,14%
  • IDX 7.070   -26,66   -0,38%
  • KOMPAS100 975   -1,84   -0,19%
  • LQ45 716   -2,47   -0,34%
  • ISSI 251   1,56   0,62%
  • IDX30 388   -2,76   -0,71%
  • IDXHIDIV20 489   -0,14   -0,03%
  • IDX80 110   -0,02   -0,02%
  • IDXV30 136   1,28   0,96%
  • IDXQ30 127   -0,95   -0,74%

Fenomena Makan Tabungan Berlanjut Saat Ramadan, Meski Ada Tambahan THR


Senin, 30 Maret 2026 / 11:42 WIB
Fenomena Makan Tabungan Berlanjut Saat Ramadan, Meski Ada Tambahan THR
ILUSTRASI. Di tengah peningkatan konsumsi menjelang Lebaran, tren penggunaan tabungan atau dissaving masih terus berlangsung. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) terbukti memberikan tambahan likuiditas bagi masyarakat selama Ramadan 2026. 

Namun, di tengah peningkatan konsumsi menjelang Lebaran, tren penggunaan tabungan atau dissaving masih terus berlangsung.

Berdasarkan data Mandiri Saving Index (MSI) pada pekan ketiga Ramadan, tabungan kelompok masyarakat bawah meningkat ke level 73,6 dari sebelumnya 72,8 pada Februari. 

Sementara itu, kelompok menengah juga mencatat kenaikan menjadi 102,1 dari 100,4. Kenaikan ini mencerminkan adanya tambahan pemasukan, terutama dari pencairan THR. 

Baca Juga: Kemenhub Mencatat 3.517 Kejadian Kecelakaan Selama Masa Angkutan Lebaran

Meski demikian, kondisi berbeda terjadi pada kelompok atas yang justru mengalami penurunan tabungan ke level 89,7 dari sebelumnya 94,3. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi pada kelompok tersebut lebih besar dibandingkan tambahan pendapatan yang diterima.

Secara umum, pertumbuhan tabungan masyarakat pada Ramadan tahun ini juga tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025. Ini menandakan bahwa sebagian masyarakat masih mengandalkan tabungan untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan, di tengah lonjakan belanja musiman.

"Pertumbuhan tahunan tabungan semua kelompok di Ramadan 2026 lebih rendah dibanding pertumbuhan di 2025. Hal ini menunjukkan proses dissaving (makan tabungan), terutama dalam menopang belanja Ramadan, masih terus berlanjut," dikutip dari Laporan Economic Update-Askelerasi Belanja Pasca Pencairan THR, Senin (30/3/2026).

Sejalan dengan itu, aktivitas konsumsi terus menunjukkan penguatan. Mandiri Spending Index mencatat belanja masyarakat meningkat 0,9% secara mingguan pada pekan ketiga Ramadan, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 7,7%. 

Dari sisi wilayah, peningkatan belanja terjadi merata di seluruh Indonesia. Sumatra mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 1,25%, diikuti Sulawesi 1,19%, Kalimantan 1,15%, Maluku dan Papua 1,00%, Jawa 0,88%, serta Bali-Nusa Tenggara sebesar 0,31%.

Baca Juga: Angkutan Lebaran 2026 Resmi Ditutup, Total Pergerakan Capai 147,55 Juta Orang

Tidak hanya meningkat, pola konsumsi masyarakat juga mulai lebih beragam. Setelah sebelumnya terkonsentrasi pada kebutuhan pokok di awal Ramadan, belanja kini meluas ke berbagai kategori. Kelompok consumer goods masih mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,4% (wow), disusul elektronik dan leisure masing-masing 0,9%, serta kebutuhan rumah tangga 0,5%.

Secara tahunan, kategori elektronik mencatat pertumbuhan paling tinggi hingga 20,5%, diikuti pendidikan 17,0% dan consumer goods 7,0%. Namun, belanja leisure menunjukkan perlambatan dengan pertumbuhan tahunan hanya 3,1%, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 13,5%.

Di sisi lain, belanja terkait mobilitas masih tumbuh terbatas. Secara tahunan, kategori ini hanya meningkat 5,2%, lebih rendah dibandingkan 5,8% pada 2025. Bahkan, subsektor penerbangan mengalami kontraksi sebesar 3,7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×