kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.014   23,00   0,14%
  • IDX 7.089   -7,81   -0,11%
  • KOMPAS100 978   1,08   0,11%
  • LQ45 719   -0,28   -0,04%
  • ISSI 252   2,55   1,02%
  • IDX30 389   -2,03   -0,52%
  • IDXHIDIV20 490   1,20   0,24%
  • IDX80 110   0,35   0,32%
  • IDXV30 136   1,83   1,36%
  • IDXQ30 127   -0,69   -0,54%

Angkutan Lebaran 2026 Resmi Ditutup, Total Pergerakan Capai 147,55 Juta Orang


Senin, 30 Maret 2026 / 11:20 WIB
Angkutan Lebaran 2026 Resmi Ditutup, Total Pergerakan Capai 147,55 Juta Orang
ILUSTRASI. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (KONTAN/Muhammad Alief Andri)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah resmi menutup posko pemantauan Angkutan Lebaran 2026 seiring dengan berakhirnya masa operasional mudik dan balik tahun ini. Berdasarkan hasil pemantauan, mobilisasi masyarakat tercatat melampaui prediksi awal dengan pertumbuhan yang merata di seluruh moda transportasi.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengungkapkan, berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD) selama 17 hari pemantauan (13–29 Maret 2026), total pergerakan masyarakat mencapai angka yang signifikan. 

"Jumlah orang yang melakukan perjalanan adalah 147,55 juta orang. Mengalami kenaikan sebesar 2,53% dari hasil survei sebesar 143,92 juta orang," ujarnya dalam penutupan Posko Angkutan Lebaran di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta, Senin (30/3/2026).

Baca Juga: Penghematan Energi, Ekonom Soroti Efektivitas WFH dan Urgensi Implementasi B50

Dudy menuturkan, kenaikan volume juga terlihat pada sektor transportasi umum. Secara akumulatif, jumlah penumpang angkutan umum pada masa Lebaran tahun ini mencapai 23,54 juta orang, tumbuh sebesar 10,87% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dudy merinci, seluruh moda transportasi mengalami tren kenaikan penumpang. Tercatat, angkutan jalan naik 11,64%, angkutan laut tumbuh 9,86%, angkutan udara meningkat 6,97%, dan kereta api naik 10,13%. Lonjakan tertinggi terjadi pada moda penyeberangan yang melesat hingga 15,36%.

Dari sisi pergerakan kendaraan pribadi, arus keluar Jabodetabek tercatat sebanyak 2,96 juta kendaraan atau naik 4% secara tahunan. 

Baca Juga: Tiba di Tokyo, Presiden Prabowo Memulai Kunjungan Resmi Perdana ke Jepang

"Distribusi pergerakan kendaraan keluar Jabodetabek, 51,5% menuju Jawa, ke arah Timur, meliputi Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur, 26,50% menuju arah Barat, Banten, dan Sumatra, 22% menuju arah Selatan, Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Sukabumi," jelasnya.

Sementara itu, untuk arus masuk ke wilayah Jabodetabek, Kemenhub mencatat sebanyak 2,70 juta kendaraan kembali ke ibu kota dan sekitarnya. Angka ini turun tipis sebesar 0,4% dibanding tahun sebelumnya. Distribusinya meliputi 48% dari arah Timur, 28,3% dari arah Barat, dan 23,5% dari arah Selatan.

Lebih lanjut, Dudy menambahkan, kecepatan rata-rata kendaraan pada rute Jakarta-Semarang selama masa mudik tercatat cukup stabil di angka 81,60 km per jam. Kondisi serupa juga terjadi pada masa arus balik dari Timur ke Barat dengan kecepatan rata-rata mencapai 81,36 km per jam.

Baca Juga: Negara Lain Darurat Energi, Ekonom: Indonesia Jauh dari Kata Aman

Di samping itu, Dudy turut memaparkan terkait tingkat ketepatan waktu (on-time performance) layanan transportasi. 

"Moda darat sebesar 74,93%, moda laut 96,99%, moda udara domestik sebesar 76,15%, moda kereta api antarkota 96,90%, moda kereta api perkotaan regional 98,90%, moda penyeberangan 94,74%," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×