kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.023.000   -45.000   -1,47%
  • USD/IDR 16.823   -17,00   -0,10%
  • IDX 8.337   56,35   0,68%
  • KOMPAS100 1.172   8,85   0,76%
  • LQ45 845   7,67   0,92%
  • ISSI 297   2,63   0,89%
  • IDX30 447   5,35   1,21%
  • IDXHIDIV20 535   6,08   1,15%
  • IDX80 131   0,88   0,68%
  • IDXV30 145   2,76   1,93%
  • IDXQ30 144   1,46   1,03%

Menu MBG Ramadan Ramai Disorot, BGN Pastikan Kecukupan Gizinya


Rabu, 25 Februari 2026 / 12:56 WIB
Menu MBG Ramadan Ramai Disorot, BGN Pastikan Kecukupan Gizinya
ILUSTRASI. Penyaluran MBG saat Bulan Ramadhan (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menu Makan Bergizi Gratis pada bulan ramadan mendapatkan sorotan karena dinilai dari ketentuan anggaran. ​

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan keamanan pangan termasuk angka kecukupan gizi dalam penyaluran MBG pada bulan puasa. 

“Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan MBG Ramadan tetap sesuai standar gizi, tepat sasaran, serta transparan dari sisi penggunaan anggaran. Evaluasi ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di ruang publik,” ujar Dadan dalam keterangan resminya, Rabu (25/2/2026). 

Dadan menambahkan telah memberikan arahan langsung kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperhatikan kemasan makanan. 

Baca Juga: Menaker Pastikan Akan Ada BHR Bagi Ojol pada Lebaran Tahun 2026

Dadan menegaskan agar kemasan makanan tidak lagi hanya menggunakan kantong plastik sederhana, tetapi harus ditempatkan dalam wadah yang lebih representatif, higienis, dan mampu menjaga kualitas makanan hingga diterima oleh para penerima manfaat.

Dadan juga menyoroti komposisi bahan pangan agar sesuai dengan pagu bahan baku yang telah ditetapkan. Dalam pembahasan, disampaikan bahwa kacang memiliki harga relatif lebih mahal dibanding telur, sementara telur dinilai memiliki citra protein yang lebih baik dan lebih mudah diterima masyarakat. 

Untuk itu, mitra diminta menyesuaikan komposisi menu dengan mengganti kacang menjadi telur tanpa mengurangi nilai gizi.

Dadan memastikan setiap SPPG menyusun penjelasan rinci terkait Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan harga masing-masing bahan pangan dalam setiap menu.

Disebutkan, pagu harga bahan baku untuk balita hingga siswa SD kelas 3 sebesar Rp 8.000, sementara untuk kelompok lainnya Rp 10.000. 

"Patokan dasar ini dapat berbeda sesuai indeks kemahalan daerah dan bersifat at cost, sehingga perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik," urai Dadan. 

Dalam upaya menjaga kualitas makanan, setiap SPPG juga diminta mulai melakukan pengadaan peralatan vakum (vacuum sealer) agar makanan lebih awet, higienis, dan tetap layak konsumsi saat didistribusikan. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG selama Ramadan.

Baca Juga: Kemnaker Masih Monitor Kasus PHK Produsen Mie Sedap

BGN turut mengingatkan agar mitra tidak memaksakan penggunaan bahan baku yang sudah dalam kondisi kurang baik. Jika ditemukan bahan yang tidak layak, distribusi dapat ditunda dan diinformasikan untuk diganti pada hari berikutnya. 

Menurut Dadan, kebijakan itu diambil untuk memastikan keamanan dan kesehatan penerima manfaat tetap menjadi prioritas utama.

“Kami tidak ingin ada kompromi dalam hal kualitas. Prinsipnya sederhana: makanan harus aman, bergizi, dan sesuai pagu. Jika ada bahan yang tidak layak, lebih baik diganti daripada dipaksakan. Ini bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat,” tegas Dadan.

Selanjutnya: Jadwal Buka Puasa Bali: Waktu Magrib Hari Ini & Selama Ramadan 2026

Menarik Dibaca: Promo 1 Hari Superindo Spesial Gajian 25 Februari 2026, Diskon 40% & Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×