kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Faisal Basri Sebut Kualitas Investasi Indonesia Kurang, Ini Alasannya


Kamis, 05 Januari 2023 / 12:26 WIB
ILUSTRASI. Investasi Indonesia dianggap kurang memberikan dukungan bagi pertumbuhan ekonomi


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Senior INDEF Faisal Basri menyayangkan, investasi yang masuk ke Indonesia kurang mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Ia menganalogikan, investasi yang masuk ke Indonesia sebagian besar adalah investasi berbasis "otot," bukan berbasis "otak."

"Investasi yang masuk ini kebanyakan 'otot,' yaitu fisik. Berupa konstruksi dan bangunan. Bukan 'otak' yang berupa investasi di bidang IT juga riset dan  pengembangan," tutur Faisal dalam diskusi publik, Kamis (5/1).

Faisal pun mengutip data Asia Productivity Organization pada tahun 2022. Dari data tersebut, 83% investasi yang masuk ke Indonesia berkaitan dengan konstruksi dan bangunan.

Kemudian 10% investasi yang masuk berupa modal untuk non IT, 4% investasi berkaitan dengan pembangunan transportasi, dan 3% di bidang IT.

Baca Juga: INDEF Jabarkan Peristiwa di 2023 yang Akan Memengaruhi Ekonomi Indonesia

Dari data tersebut, tidak ada investasi yang masuk yang berkaitan dengan riset dan pengembangan atau research and development (R&D).

Inilah yang ia sayangkan. Pasalnya, penanaman modal di bidang R&D akan memperkuat keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Bila R&D kuat, maka akan ada kemampuan inovasi untuk membangun Indonesia yang makin berdaya saing.

"Jadi bisa kita lihat nih, makin besar investasi yang masuk tetapi pertumbuhannya tidak berkualitas. Karena investasi yang masuk sekadar untuk bikin ibu kota, bangun jalur LRT, MRT, dan kereta cepat," tambah Faisal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×