kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Enam detektor dini gempa hilang


Kamis, 28 Oktober 2010 / 14:20 WIB
Enam detektor dini gempa hilang
ILUSTRASI. Penyanyi sekaligus aktor film, Edi Brokoli


Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can

JAKARTA. Enam sensor pendeteksi getaran gempa yang tersebar di sepanjang jalur patahan Samudera Hindia yang terbentang dari pesisir Sumatera hingga selatan Jawa hilang. Kementerian Riset dan Teknologi menduga ada pihak yang mencuri alat tersebut.

Staf Khusus Bidang Riset dan Kerjasama Kementerian Riset dan Teknologi Warsito P. Taruno mengatakan enam sensor pendeteksi getaran gempa yang hilang itu termasuk di sekitar Kepulauan Mentawai.

Sebelumnya, Kementerian Riset dan Teknologi bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memasang delapan unit pelampung yang berisi alat sensor dan bersifat relay dengan sesmograf yang berada di dasar laut. Fungsi kedua alat tersebut sebetulnya sebagai pendeteksi dini gempa.

"Ini sebetulnya yang harus diberi perhatian khusus. Masyarakat kita masih belum sadar betul akan pentingnya alat tersebut," ujarnya, Kamis (28/10).

Warsito mengatakan, jika alat tersebut tidak dicuri akan sangat membantu. Sebab alat tersebut bisa membaca getaran dari empat penjuru mata angin. Bila ada gempa, alat tersebut langsung bekerja dan mengirimkan data ke BMKG. "Minimal ada laporan dari tiga titik alat sensor untuk bisa mengidentifikasi adanya gempa maupun tsunami," ujarnya. (Alie Usman/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×