kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Surplus Necara Dagang RI Tumbuh 32,3% Tembus US$ 38,7 Miliar


Senin, 22 Desember 2025 / 23:18 WIB
Surplus Necara Dagang RI Tumbuh 32,3% Tembus US$ 38,7 Miliar
ILUSTRASI. Neraca perdagangan Indonesia surplus 66 bulan berturut-turut (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan surplus neraca dagang Indonesia secara kumulatif sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai US$ 38,7 miliar. Jika dibandingkan secara tahunan, surplus tersebut tumbuh 32,3% dibandingkan periode kumulatif Januari-November 2025 sebesar US$ 29,2 miliar.

Purbaya menjelaskan, peningkatan surplus hingga sepanjang tahun ini November 2025 terjadi meskipun terdapat indikasi perlambatan setelah efek frontloading eksportir yang menghindari potensi pengenaan tarif impor Amerika Serikat (AS).

“(Surplus) neraca perdagangan kumulatif itu naiknya sebesar 32,2%, jadi net impact dari perkembangan global ke kita malah membaik. Global mendukung terus, menopang recovery di ekonomi kita,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Desember belum lama ini.

Baca Juga: Pemerintah Tutup Celah Akal-akalan Status Wajib Pajak

Surplus tersebut ditopang kinerja ekspor yang secara kumulatif masih lebih tinggi dibandingkan impor. Sepanjang Januari–November 2025, nilai ekspor Indonesia tercatat mencapai US$ 256,7 miliar atau tumbuh 5,7% secara tahunan.

Menurut Purbaya, kinerja ekspor tersebut ditopang oleh komoditas bernilai tambah serta industri manufaktur, antara lain logam dasar, minyak kelapa sawit alias crude palm oil (CPO), kimia dasar, dan semikonduktor.

“Kinerja ekspor kumulatif Januari–November 2025 tetap solid dengan pertumbuhan 5,7% year on year, terutama ditopang komoditas bernilai tambah dan industri manufaktur seperti logam dasar, CPO, kimia dasar, dan semikonduktor,” jelasnya.

Di sisi lain, impor selama Januari–November 2025 tumbuh 2,1% (yoy) menjadi US$ 218,1 miliar. Pertumbuhan impor tersebut terutama didorong oleh peningkatan kebutuhan barang modal, seperti mesin dan peralatan, serta alat komunikasi dan komputer.

“Ini mengindikasikan aktivitas investasi dan prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga,” pungkas Purbaya.

Selanjutnya: Cintas Ajukan Tawaran Baru US$ 5,2 Miliar untuk Akuisisi UniFirst

Menarik Dibaca: Kesehatan Mental Ibu: Prenagen Ajak Moms Jujur dengan Perasaan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×