kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Ekonomi Indonesia stabil jelang pengumuman The Fed


Rabu, 01 November 2017 / 09:47 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pekan depan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang baru akan diumumkan. Melalui cuitannya di Twitter, Presiden AS Donald Trump memastikan akan mengumumkan calon bos The Federal Reserve pada pekan depan.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, kondisi ini membuat timbulnya spekulasi yang membawa dampak terhadap stabilitas keuangan dunia. Hal ini juga ditambah dengan rencana pemotongan pajak korporasi yang dilakukan AS.

“Itu menimbulkan stabilitas yang tidak terjaga karena terjadi naik turun,” katanya di Gedung Ditjen Pajak Pusat, Jakarta, Selasa (31/10).

Adapun, dunia juga menyoroti rencana kenaikan suku bunga The Fed. Beberapa spekulasi muncul, di antaranya The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan pada Desember tahun ini. Selain itu, ada juga perkirakan kenaikan itu bakal berlanjut tahun depan sebanyak tiga hingga empat kali.

Tapi ditambah ada kepastian di bulan Oktober akan penurunan balance sheet AS khususnya The Fed. Kondisi itu berdampak pada sistem keuangan. Jadi kalau diikuti selama 4-5 minggu terakhir ini, memang kondisi itu yang banyak terjadi. "Kondisinya berdampak pada nilai tukar seluruh dunia dan ditandai dollar AS menguat dan dampaknya mata uang yang lain," ujar Agus.

Namun demikian, di Indonesia kondisi akan relatif terjaga. Pasalnya, neraca perdagangan Januari-September surplus sebesar US$ 10,87 miliar, lebih besar dari surplus tahun lalu sebesar US$ 6,4 miliar.

Year to date sampai 30 Oktober 2017, karena Indonesia di Mei mendapat rating layak investasi dari ketiga lembaga rating utama, dana yang masuk sebesar US$ 10,7 miliar ke pasar modal dan surat berharga negara (SBN),” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×