kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.622   69,00   0,39%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekonomi Indonesia masuk resesi, ini kata ekonom Bank Mandiri


Kamis, 05 November 2020 / 20:22 WIB
ILUSTRASI. Ekonomi Indonesia masuk resesi, ini kata ekonom Bank Mandiri.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 masih mengalami kontraksi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi di periode Juli 2020 - September 2020 minus 3,49%  year on year (yoy).

Menilik ke belakang, perekonomian Indonesia pada kuartal II-2020 tercatat sebesar minus 5,32% yoy. Perekonomian pada kuartal tersebut tertekan akibat pandemi Covid-19.

Dengan demikian, merujuk ke definisi resesi yang berarti penurunan PDB selama dua kuartal berturut-turut, Indonesia telah resmi masuk ke jurang resesi.

Namun, meski Indonesia resmi memasuki resesi di kuartal ketiga tahun ini, kontraksinya tidak sebesar kontraksi pada kuartal II-2020. Bila dilihat secara quartal to quartal pun, pertumbuhan ekonomi Indonesia bergerak cukup tinggi, yaitu sebesar 5,05% yoy.

Baca Juga: Indonesia resesi, ekonom INDEF peringatkan efeknya terhadap masyarakat

Kepala ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, juga melihat akan adanya prospek perbaikan perekonomian di kuartal IV-2020, meski memang tak bisa dipungkiri kalau perekonomian masih akan berada di zona negatif.

“Kontraksinya diperkirakan akan membaik, karena perekonomian sudah berada di titik terendahnya pada kuartal II-2020 saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan,” ujar Andry dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Kamis (5/11).

Harapan ini juga didukung oleh indikator kunci yang menunjukkan adanya perbaikan, di tengah  kurva kasus harian Covid-19 yang masih belum mulai melandai.

Baca Juga: Pandemi corona masih membayangi, BPS: Jalan perbaikan ekonomi masih terjal




TERBARU

[X]
×