kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Ekonom : Surplus Neraca Perdagangan Mei 2023 di Kisaran US$ 2,9 Miliar-US$ 3 Miliar


Selasa, 13 Juni 2023 / 19:02 WIB
ILUSTRASI. Neraca perdagangan Indonesia berpotensi kembali mencetak surplus pada Mei 2023. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca perdagangan Indonesia berpotensi kembali mencetak surplus pada Mei 2023. 

Namun, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky mengungkapkan, keuntungan neraca dagang Mei 2023 akan menurun dari bulan sebelumnya.

Dari hitungan Riefky, surplus neraca perdagangan Mei 2023 berkisar US$ 2,9 miliar hingga US$ 3 miliar atau menurun dari US$ 3,94 miliar pada bulan sebelumnya. 

Baca Juga: Surplus Neraca Perdagangan Mei Diprediksi Susut, Ini Penyebabnya

"Penurunan surplus karena perlambatan harga komoditas yang menggerus ekspor dan meningkatnya impor," terang Riefky kepada Kontan.co.id, Selasa (13/6). 

Riefky merinci, perlambatan harga komoditas yang dimaksud adalah harga komoditas batubara dan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). 

Sedangkan kenaikan impor didorong oleh pembukaan aktivitas China dan peningkatan aktivitas dalam negeri yang melecut permintaan. 

Dengan perkembangan tersebut, Riefky melihat kemungkinan neraca perdagangan berbalik defisit. Namun, ini baru akan terjadi di pertengahan atau akhir semester II-2023. 

Baca Juga: Surplus Neraca Perdagangan Mei Diprediksi Susut, Ini Penyebabnya

Ia melihat ada kemungkinan penurunan ekspor. Namun, ia yakin ekspor masih berada di level tinggi. 

Sedangkan kenaikan impor memang mungkin terjadi. Namun, seiring dengan stabilnya nilai tukar rupiah, maka kenaikan impor mungkin akan teredam. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×