kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.949   -93,00   -0,52%
  • IDX 6.352   32,73   0,52%
  • KOMPAS100 836   4,20   0,50%
  • LQ45 635   -0,23   -0,04%
  • ISSI 220   1,90   0,87%
  • IDX30 356   -0,63   -0,18%
  • IDXHIDIV20 436   -2,70   -0,61%
  • IDX80 95   0,33   0,35%
  • IDXV30 120   -0,43   -0,35%
  • IDXQ30 114   -0,19   -0,17%

Ekonom sebut konsep PEN tak jelas, pemulihan ekonomi dinilai berat


Selasa, 25 Agustus 2020 / 08:30 WIB


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Indef Enny Sri Hartati pesimis program yang dirancang dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dapat menyelamatkan Indonesia dari kontraksi ekonomi di kuartal III.

Pasalnya konsep dalam program tersebut masih tidak jelas. Hal itu akan berpengaruh kepada efektifitas program bila tidak memiliki konsep yang baik. "Program itu harus jelas dulu konsepnya harus ada kejelasan mana yang dana perlindungan sosial dan mana yang PEN," ujar Enny saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (24/8).

Baca Juga: Bantuan Presiden untuk UMK diperuntukkan bagi yang tak penuhi syarat pinjaman bank

Konsep tersebut akan memisahkan antara dana perlindungan sosial dengan PEN. Bila dalam perlindungan sosial, dana tersebut tidak memiliki target pencapaian karena ditujukan untuk masyarakat bertahan.

Sementara dana PEN memiliki target untuk menciptakan efek berganda. Oleh karena itu dana PEN harus dirancang dengan baik agar tepat dapat menyelesaikan masalah. "Seperti kartu prakerja untuk perlindungan sosial tapi targeted, sebaliknya untuk UMKM tapi bentuknya hanya bantuan presiden Rp 2,4 juta," terang Enny.

Enny menjelaskan bahwa UMKM menerima bantuan bukan berdasarkan pada belas kasihan, perlu ada pemberdayaan agar usaha tetap berjalan. Untuk mencapai hal tersebut perlu menyelesaikan masalah yang dihadapi UMKM.

Salah satunya adalah mengenai melemahnya tingkat konsumsi atau permintaan. Hal tersebut yang membuat UMKM lesu sehingga produksi menurun dan likuiditas terganggu.

Baca Juga: Protokol bagi WNI yang keluar dan masuk wilayah RI selama pandemi Covid-19

"Kuncinya efektifitas dana perlindungan sosial mempengaruhi demand, di sisi lain pemulihan ekonomi memperbaiki suplai jadi clear," jelas Enny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×