kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Ekonom: Perlu solusi fundamental supaya rupiah tidak terkapar


Kamis, 06 September 2018 / 12:23 WIB
ILUSTRASI. Uang dollar AS


Reporter: | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) membuat pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dituntut untuk menyiapkan solusi yang fundamental dibanding utak-atik menaikkan suku bunga.

Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira mengungkapkan, tawaran solusi untuk menguatkan rupiah yang dapat dilakukan adalah dengan menghapus pungutan ekspor untuk Crude Palm Oil (CPO) untuk bahan mentah dan olahan, khususnya pada industri minyak sawit.

"Adanya hambatan bea masuk ke India jadi persoalan yang buat kinerja ekspor CPO Indonesia tidak optimal," ujar Bhima pada Kontan.co.id, Rabu (5/9).

Ia bilang, jika pungutan ekspor direlaksasi maka ekspor minyak sawit akan terdorong. Sehingga diharapkan mampu menekan defisit perdagangan dan semakin menguatkan kurs rupiah. Namun, bila nantinya ekspor sudah mulai stabil, pungutan ekspor CPO bisa dikenakan lagi.

Sementara, Project Consultant Asian Development Bank, Eric Sugandi mengatakan, untuk strategi jangka pendek ia memperkirakan BI akan melakukan intervensi di pasar valas dengan menjual dollar.

"BI dan pemerintah juga akan lanjutkan intervensi di pasar SBN dengan beli SBN jika terjadi aksi jual masif oleh investor. BUMN juga bisa buy back saham-saham mereka jika terjadi aksi jual masif oleh investor," ujar Eric.

Eric juga menambahkan, jika tekanan terhadap rupiah berlanjut dalam beberapa minggu ke depan, BI kemungkinan akan menaikkan lagi BI 7 DRR rate sebesar 25-50bps bulan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×