kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Ekonom Indef sarankan pemerintah fokus pada KEK yang sudah ada


Minggu, 23 Februari 2020 / 23:00 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

“Yang terjadi itu justru KEK banyak yang kurang menarik ke investor karena infrastrukturnya, kemudian juga masalah soal perizinan. Ada juga KEK-nya ada tetapi pemda terlalu tidak peduli untuk mempromosikan atau membenarkan perizinan. Jadi banyak pemda yang kelihatannya tidak terlalu senang juga kalau ada KEK,” jelas Bhima.

Bhima juga berpendapat, ada banyak KEK pun belum tentu akan efektif. Misalnya, digital park yang diusulkan menjadi KEK.

Baca Juga: Jababeka Morotai apresiasi peningkatan infrastruktur di kawasan wisata Morotai

Menurutnya dibandingkan menjadi KEK, digital park tersebut bisa dibentuk menjadi creative hub atau tempat yang bisa dikelola oleh pemerintah daerah.

“Tidak perlu diangkat untuk menjadi KEK. karena kalau namanya KEK kan ada fasilitas lain-lainnya juga,” tambah Bhima.

Demikian halnya usulan KEK ekonomi kreatif di Yogyakarta. Menurutnya kawasan tersebut belum memiliki urgensi untuk ditetapkan sebagai KEK, kecuali kawasan tersebut memang bertujuan untuk meningkatkan nilai ekspor ekonomi kreatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×