kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Ekonom Indef: Inflasi rendah mencerminkan keraguan terhadap prospek perbaikan ekonomi


Jumat, 16 Oktober 2020 / 18:14 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi inflasi bahan makanan. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi di sepanjang tahun 2020 akan meleset dari target. Sebelumnya, bank sentral menargetkan inflasi tahun ini ada di kisaran 2%- 4%. 

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira melihat, inflasi yang rendah sepanjang tahun mengindikasikan konsumen kelas menengah atas memang belum percaya terhadap perbaikan ekonomi dalam waktu dekat. 

“Ini ditunjukkan oleh tingginya simpanan di atas Rp 1 miliar di perbankan,” kata Bhima kepada Kontan.co.id, Jumat (16/10). 

Bhima mewanti-wanti, selama pandemi ini masih mengancam, tren menahan konsumsi masih akan berlanjut bahkan hingga tahun depan. Ini berarti, berseberangan dengan bank sentral yang yakin kalau inflasi bakal balik ke kisaran sasaran di 2021. 

Baca Juga: BI prediksi akan terjadi inflasi 0,04% pada bulan Oktober 2020

Sementara itu, inflasi kelas menengah ke bawah masih tertekan perekonomiannya akibat pandemi Covid-19 sehingga mereka menahan daya beli. 

“Ditambah aktivitas usaha hingga UMKM terimbas, dan adanya gelombang PHK di berbagai sektor sehingga menurunkan pendapatan masyarakat,” tambah Bhima. 

Sementara itu, saat ini pemerintah juga telah menggulirkan bantuan baik bantuan sosial maupun bantuan langsung tunai untuk meningkatkan daya beli. 

Akan tetapi, hingga kini Bhima menilai kalau jumlah yang tersalurkan masih terlalu sedikit, baik dari sisi nominal maupun peserta penerima. 

Belum lagi, adanya gejolak politik berupa penolakan terhadap Omnibus Law ditengarai bisa memperparah keadaan dari sisi permintaan. 

Ke depan, untuk kembali mengungkit daya beli masyarakat, Bhima mengatakan kuncinya ada di penanganan Covid-19. Bila kesehatan sudah terkendali, maka bisa diikuti dengan perbaikan dari sisi ekonomi. 

Selanjutnya: BI rate tetap 4%, bagaimana nasib bunga kredit?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×