kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Ekonom Core: Tak sepenuhnya Jokowi benar tidak ada kebakaran


Minggu, 17 Februari 2019 / 21:54 WIB
Ekonom Core: Tak sepenuhnya Jokowi benar tidak ada kebakaran


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Piter Abdullah, Ekonom Senior Center of Reform on Economics (Core) menilai pernyataan capres Prabowo Subianto yang ingin memisahkan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, dan mengembalikannya seperti sebelumnya tidaklah mudah. Sementara klaim capres Joko Widodo tidak sepenuhnya benar tidak ada kebakaran.

Menurutnya, untuk memisahkan dua kementerian akan ada konsekuensinya. Seperti halnya terjadi pada pemisahan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.

"Di sisi lain, pernyataan Jokowi terkait lingkungan juga tidak sepenuhnya akurat, contohnya saat menyatakan kebakaranlahan gambut sudah bisa diatasi, faktanya kebakaran masih ada meskipun benar terjadi penurunan yang sangat signifikan,"ujarnya kepada Kontan.co.id, Ahad, (17/2).

Meski demikian Piter menilai, Jokowi masih lebih menguasai isu lingkungan ketimbang Prabowo. Bahkan Prabowo dua kali mengakui keberhasilan Jokowi dalam memimpin Indonesia.

Piter melanjutkan, Prabowo semakin menunjukkan kalau ia tidak punya solusi yang implementatif ketika ditanya bagaimana mengatasi dampak lingkungan atas kegiatan pertambangan.

"Paslon nomor dua menyatakan akan mencari solusi, sementara paslon nomor 1 walaupun tidak cukup detail tapi menejlaskan apa yang sudah dikerjakan untuk mengatasi dampak lingkungan,"imbuhnya.

Ia menambahkan, dalam hal ini untuk ketiga kalinya paslon nomor dua setuju dengan paslon nomor satu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×