kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ekonom Core: Program kartu prakerja harus disesuaikan dengan kondisi


Rabu, 29 April 2020 / 15:33 WIB
Ekonom Core: Program kartu prakerja harus disesuaikan dengan kondisi
ILUSTRASI. pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom dan Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menyarankan agar program kartu prakerja disesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini.

Menurut dia, program kartu prakerja menjadi satu langkah yang baik untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja  bila dijalankan di masa-masa normal. 

Namun, di tengah pandemi virus corona atawa Covid-19 seperti ini, kartu prakerja akan tetap menjadi sorotan mengingat masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan bantuan.

"Kartu prakerja saya apresiasi sangat bagus, tetapi mungkin waktunya yang perlu dilihat kembali. Yang dibutuhkan masyarakat sekarang ini adalah bantuan agar mereka bisa keluar dari persoalan yang mereka hadapi dari PHK dan sebagainya," ujar Piter dalam webinar kartu prakerja, Rabu (29/4).

Baca Juga: Gelombang pertama penerima kartu prakerja yang mencapai 68.111 sudah terima bantuan

Lebih lanjut dia bilang, masyarakat yang mengalami pemutusan hubungan kerja atau dirumahkan saat ini justru mengalami kesulitan dalam membayar tunggakan atau memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena itu, bisa jadi masyarakat yang mendaftar ke program ini justru mengejar insentif yang diberikan, bukan untuk mendapatkan pelatihan.

Piter menambahkan, program kartu prakerja ini bisa dijalankan bila memang sudah diimbangi dengan kecepatan pemerintah dalam menyampaikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Seperti diketahui, pemerintah sudah menyiapkan anggaran Rp 20 triliun untuk program kartu prakerja. Program ini akan menyasar 5,6 juta peserta, dimana setiap peserta mendapatkan Rp 3,55 juta dengan rincian Rp 1 juta untuk biaya pelatihan, Rp 2,4 juta insentif selama 4 bulan, dan Rp 150.000 sebagai insentif setelah mengisi survei terkait pelatihan yang dijalani

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×