kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Ekonom CORE: Momen Lebaran masih sundul kinerja manufaktur April 2021


Senin, 03 Mei 2021 / 20:13 WIB
Ekonom CORE: Momen Lebaran masih sundul kinerja manufaktur April 2021
ILUSTRASI. Pekerja beraktivitas di pabrik perakitan mobil. 


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja manufaktur Indonesia kembali meningkat pada April 2021. IHS Markit mencatat, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan April 2021 sebesar 54,6 atau naik dari 53,2 pada bulan Maret 2021.

Peneliti senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy mengatakan, kinerja manufaktur yang meningkat ini memang tak lepas dari momentum adanya bulan Ramadan.

“Momentum ini mendorong meningkatnya permintaan barang dan jasa dari dalam negeri. Terlihat dari inflasi yang mengalami peningkatan,” ujar Yusuf kepada Kontan.co.id, Senin (3/5).

Yusuf lalu optimistis, kinerja manufaktur ke depan masih akan berdaya, ini seiring dengan prospek pemulihan konsumsi rumah tangga yang diproyeksikan akan mengalami perbaikan di sisa tiga kuartal ini.

Baca Juga: Menko Airlangga: PMI cetak rekor, bukti ada geliat dari dunia usaha

Apalagi, jika pemerintah berhasil mempertahankan tren investasi di sektor manufaktur yang berhasil didapatkan di tahun lalu. Dengan pemanis dari pemerintah, diharapkan investasi di sektor manufaktur bisa tumbuh subur.

Akan tetapi, Yusuf mengingatkan masih ada beberapa hal yang bisa menghantui prospek pertumbuhan kinerja manufaktur. Hambatan ini masih datang dari ancaman gelombang kedua Covid-19.

“Ini bisa terjadi bila masyarakat tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Kalau misal ini terjadi, bisa saja kegiatan ekonomi bisa kembali tersendat,” jelasnya.

Untuk itu, ia tetap menyarankan agar seluruh lapisan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan pemerintah di saat yang bersamaan harus meningkatkan kapasitas test, tracing, dan treatment.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×