kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.874   -61,00   -0,34%
  • IDX 5.845   -51,63   -0,88%
  • KOMPAS100 757   -7,45   -0,97%
  • LQ45 577   -6,86   -1,18%
  • ISSI 202   -0,63   -0,31%
  • IDX30 328   -3,82   -1,15%
  • IDXHIDIV20 403   -4,55   -1,12%
  • IDX80 86   -0,82   -0,95%
  • IDXV30 109   -0,68   -0,62%
  • IDXQ30 105   -1,25   -1,17%

Ekonom Core: Inflasi inti tegaskan harga stabil


Senin, 03 Desember 2018 / 17:59 WIB
ILUSTRASI. Inflasi November 2018


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi inti November 2018 tercatat naik 0,22% month on month (mom) atau 3,03 year on year (yoy). Pieter Abdullah, ekonom Center of Reform on Economics (Core) menyebut kondisi ini menggambarkan terjaganya harga pada tahun ini.

"Disebabkan terjaganya demand ditengah pasokan supply yang cukup," jelas Pieter kepada Kontan.co.id, Senin (3/12). Lebih lanjut, dia menjelasakan volatile food relatif terjaga bahkan pada periode ramadhan dan lebaran pemerintah bisa menjaga pasokan sehingga harga relatif stabil.

Sedangkan administered price, keputusan pemerintah tidak menaikkan BBM subsidi dan TDL ditengah kenaikan harga minyak global dan pelemahan rupiah, menjaga terjadinya kenaikan harga dan inflasi.

"Dengan terjaganyanya inflasi pada kelompok volatile food dan administered price maka otomatis inflasi secara umum lebih banyak ditentukan oleh inflasi inti," jelasnya. Dia juga menjelaskan kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga menahan lonjakan demand menyebabkan inflasi inti relatif stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×