kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.029   -59,00   -0,33%
  • IDX 6.064   22,49   0,37%
  • KOMPAS100 797   6,39   0,81%
  • LQ45 605   5,04   0,84%
  • ISSI 210   -0,12   -0,05%
  • IDX30 341   2,35   0,69%
  • IDXHIDIV20 425   2,65   0,63%
  • IDX80 91   0,78   0,87%
  • IDXV30 116   0,84   0,73%
  • IDXQ30 110   0,76   0,70%

Ekonom Bank Permata prediksi pertumbuhan tahun ini di kisaran 4,1% - 4,5%


Minggu, 22 Maret 2020 / 21:41 WIB
ILUSTRASI. JAKARTA,14/01-RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH. Aktivitas bongkar muat kapal terlihat dari udara di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (14/01). Pemerintah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Pada RPJMN terseb


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wabah virus corona (Covid-19) yang menyebar tak hanya memakan korban jiwa, tetapi juga menggerogoti perekonomian global, negara-negara, termasuk Indonesia. Bank Permata memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini hanya akan sebesar 4,1% - 4,5%.

"Perekonomian Indonesia pada tahun 2020 akan menghadapi tantangan dari Covid 19 yang signifikan mempertimbangkan status Covid 19 yang sudah dinyatakan pandemi global sehingga dampak penyebarannya meluas," kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada Kontan.co.id, Sabtu (22/3).

Josua menambahkan, transmisi dampak wabah ini terhadap perekonomian Indonesia memengaruhi sisi produksi dan sisi pengeluaran pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta sektor-sektor yang menyokong pertumbuhan ekonomi domestik.

Baca Juga: BI pangkas suku bunga, begini rekomendasi untuk saham perbankan

Seperti contohnya konsumsi rumah tangga. Seperti yang diketahui, konsumsi rumah tangga merupakan roda penggerak perekonomian yang terbesar. Bahkan, di sepanjang tahun lalu, sektor ini berkontribusi lebih dari 50% untuk perekonomian Indonesia.

Dengan adanya wabah ini, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan akan melambat disebabkan oleh daya beli masyarakat yang cenderung menurun mengingat beberapa sektor ekonomi akan terkena dampak yang cukup signifikan, seperti industri manufaktur, perdagangan, pariwisata, serta subsektor turunannya.

"Bahkan, beberapa provinsi yang merupakan daerah tujuan wisata juga berpotensi menurun. Tingkat pertumbuhan konsumsi cenderung melambat setidaknya pada semester I tahun 2020," tambah Josua.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×