kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Ekonom Bank Permata Prediksi Inflasi di Oktober 2022 Melandai


Senin, 31 Oktober 2022 / 18:11 WIB
Pedagang menata dagangannya di Pasar Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat (30/9/2022). Ekonom Bank Permata Prediksi Inflasi di Oktober 2022 Melandai.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Inflasi pada bulan Oktober 2022 diyakini melandai dari tingkat inflasi pada bulan sebelumnya. Bank Permata memperkirakan, inflasi Oktober 2022 sebesar 0,08% secara bulanan, atau lebih rendah dari 1,12% pada September 2022.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, melandainya inflasi pada bulan laporan didorong oleh deflasi kelompok harga bergejolak (volatile food). 

“Indeks Harga Konsumen (IHK) harga bergejolak diperkirakan mengalami deflasi, sejalan dengan tren penurunan harga sebagian besar komoditas pangan,” terang Josua kepada Kontan.co.id, Senin (31/10). 

Baca Juga: Ancaman Geopolitik Hingga Resesi, Sri Mulyani: Bukan Tantangan yang Mudah

Josua memerinci, beberapa komoditas volatile food yang mengalami deflasi adalah cabai merah sebesar 24% mom, telur ayam turun 6,3% mom, daging ayam turun 2,4% mom, cabai rawit turun 14% mom, minyak goreng turun 2,5% mom, bawang merah turun 1,9% mom, serta bawang putih turun 2,1% mom. 

Meski begitu, inlalsi inti diyakini naik secara tahunan. Menurut perhitungan Josua, inflasi inti akan naik menjadi 3,45% yoy, dari bulan sebelumnya yang sebesar 3,21% yoy. 

Baca Juga: Stok Aman, Harga Kedelai Masih Tinggi

Kenaikan ini sejalan dengan dampak lanjutan (second round impact) dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada bulan sebelumnya serta kenaikan harga emas sebesar 0,17%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×