kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Ekonom Bank Permata perkirakan BI akan tahan suku bunga acuan di level 4,5%


Minggu, 12 April 2020 / 14:33 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) didampingi Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti (kiri), dan Deputi Gubernur Erwin Rijanto, memberikan keterangan pers mengenai langkah kebijakan untuk menjaga stabilitas moneter dan keuangan akibat dampak


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

Terkendalinya inflasi di tahun ini, tak lepas dari Covid-19 yang membatasi tenan demand pull inflation meski membawa dampak negatif, yaitu penurunan laju konsumsi rumah tangga dan tentu akan merembet ke kondisi perekonomian domestik.

Baca Juga: Rupiah diprediksi menguat sepekan ke depan

Selanjutnya, di tengah pandemi ini, Josua menekankan pentingnya prioritas respon kebijakan terutama dalam rangka mengatasi krisis kesehatan dan menjaga keselamatan jiwa.

Selain itu, hal yang perlu dilakukan adalah dengan menjaga konsumsi masyarakat terutama miskin dan rentan miskin.

"Segera salurkan social safety net yang bisa menjaga daya beli masyarakat, khususnya pekerja di sektor informal yang terkena dampak sangat signifikan dari penurunan aktivitas ekonomi,"

Selain itu, respon kebijakan fiskal akomodatif yang telah digelontorkan pemerintah lewat 3 paket stimulus kebijakan diperkirakan juga mampu menopang momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×