kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

19 Eksportir Sarang Burung Walet RI Disuspend China, Ini Penyebabnya


Rabu, 01 Juli 2026 / 17:57 WIB
19 Eksportir Sarang Burung Walet RI Disuspend China, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Kandungan aluminium tinggi jadi penyebab 19 eksportir sarang walet RI dilarang masuk China. (SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding mengungkapkan sebanyak 19 perusahaan eksportir sarang burung walet Indonesia masih dikenai penghentian sementara (suspend) oleh otoritas China.

Salah satu penyebab utama kebijakan tersebut adalah ditemukannya kandungan aluminium yang melebihi ambang batas yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.

“Kita di-suspend 19 perusahaan,” ujar Karding dalam konferensi pers usai menerima perwakilan asosiasi pengusaha sarang burung walet di Kantor Badan Karantina Indonesia, Rabu (1/7).

Menurut Karding, pemerintah saat ini terus berupaya membuka kembali akses ekspor bagi perusahaan-perusahaan tersebut.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah memperkuat komunikasi dengan otoritas China menjelang kunjungan General Administration of Customs of China (GACC) ke Indonesia pada Juli mendatang.

Baca Juga: BPS: Kunjungan Wisman ke RI Tembus 1,38 Juta per Mei 2026

Selain itu, Barantin juga melakukan pembenahan regulasi serta memperbaiki sistem pengawasan mutu (quality control/QC) agar produk sarang burung walet Indonesia memenuhi standar yang ditetapkan negara tujuan.

“Langkah yang kami lakukan satu adalah memperkuat komunikasi dengan Kedutaan kita yang ada di China. Yang kedua melakukan pembenahan regulasi maupun treatment dalam rangka memperbaiki QC yang ada di Indonesia,” katanya.

Karding mengatakan pemerintah juga meminta masukan dari asosiasi pelaku usaha mengenai berbagai hal yang perlu dinegosiasikan dengan otoritas China agar penghentian sementara terhadap perusahaan Indonesia dapat segera dicabut.

Ia menegaskan pemerintah ingin memperketat pengawasan sejak dari dalam negeri sehingga produk yang tidak memenuhi standar tidak sampai diekspor ke luar negeri. Menurutnya, langkah tersebut sekaligus menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menjaga kualitas produk ekspor.

“Jangan China yang suspend, biar di-suspend di Indonesia saja. Jadi China sudah terima nanti sesuai kualitas,” ujarnya.

Karding menjelaskan Barantin kini juga mulai menjatuhkan sanksi administratif kepada perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan. Bentuk sanksi tersebut mulai dari penghentian sementara hingga pembekuan izin apabila ditemukan pelanggaran yang lebih berat.

Ia mengungkapkan daftar persoalan yang disampaikan pemerintah China selama ini berkaitan dengan kandungan aluminium pada sarang burung walet yang melebihi batas maksimal, yakni di atas 100 ppm.

“Nah yang dipersoalkan itu satu hal, kandungan aluminium di atas 100 ppm. Ini sudah kita sedang lakukan segala upaya di internal supaya nanti yang di-suspend ini dibuka dan bisa buka kuota baru atau ada perusahaan baru yang mendaftar juga boleh,” katanya.

Meski demikian, Karding mengaku pemerintah masih mempelajari penyebab tingginya kandungan aluminium tersebut. Evaluasi akan dilakukan mulai dari proses produksi, metode penanganan (treatment), hingga praktik budidaya sarang burung walet.

Baca Juga: DJP: Pedagang Pindah dari Marketplace Tak Masalah, Kewajiban Pajak Tetap Berlaku

Di sisi lain, ia menegaskan pentingnya menjaga daya saing industri sarang burung walet nasional. Pasalnya, Indonesia merupakan pemasok terbesar komoditas tersebut di pasar dunia dengan kontribusi sekitar 70% hingga 80% terhadap pasokan global.

Industri tersebut juga melibatkan ribuan pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar, serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Karena itu, Barantin akan terus membenahi tata kelola ekspor melalui penyederhanaan regulasi, penguatan sistem traceability, peningkatan pengawasan mutu, hingga digitalisasi layanan perizinan agar proses ekspor lebih efisien sekaligus memenuhi standar negara tujuan.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI) Boedi Mranata menegaskan bahwa masalah penghentian sementara ekspor sarang burung walet ke China saat ini masih menjadi isu utama dunia usaha di sektor ini.

"Isu di perwaletan itu banyak, tapi salah satu yang menjadi isu utama itu beberapa perusahaan kita di-suspend oleh pemerintah China dan ini belum dibuka," katanya.

Boedi menyebut memang tak ada penurunan ekspor sarang burung walet ke China. Menurutnya, kuota ekspor ke China sebesar 400 ton per tahun tetap bisa dipenuhi oleh eksportir lain.

Hanya saja, pihaknya berharap ada solusi agar semua eksportir bisa kembali membuka akses pasar ke China dalam waktu dekat.

"Karena paling banyak ekspor juga masih ke China," tegas Boedi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×