kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.968.000   52.000   1,78%
  • USD/IDR 16.734   -57,00   -0,34%
  • IDX 8.321   -659,67   -7,35%
  • KOMPAS100 1.149   -90,86   -7,33%
  • LQ45 813   -63,58   -7,26%
  • ISSI 305   -25,64   -7,75%
  • IDX30 418   -26,36   -5,93%
  • IDXHIDIV20 493   -25,93   -4,99%
  • IDX80 127   -10,53   -7,65%
  • IDXV30 138   -5,68   -3,95%
  • IDXQ30 134   -8,31   -5,83%

Ekonom Bank Permata memprediksi surplus neraca perdagangan pada November menurun


Senin, 13 Desember 2021 / 15:16 WIB
Ekonom Bank Permata memprediksi surplus neraca perdagangan pada November menurun
ILUSTRASI. Truk peti kemas melintas di kawasan IPC Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (26/10/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Permata memperkirakan neraca perdagangan Indonesia masih surplus pada bulan November 2021, meski lebih rendah dari capaian surplus pada bulan sebelumnya. 

Kepala ekonom Bank Permata Josua Pardede meramal, keuntungan neraca perdagangan pada bulan lalu sebesar US$ 4,77 miliar, atau lebih rendah dari US$ 5,73 miliar pada bulan Oktober 2021. 

“Penurunan surplus neraca dagang utamanya disebabkan oleh perbaikan nilai impor Indonesia,” ujar Josua kepada Kontan.co.id, Senin (13/12). 

Josua kemudian memerinci, impor Indonesia pada bulan November 2021 diperkirakan naik 4,74% mtm pun bila dibandingkan dengan November 2020, nilai impor meningkat 34,8% yoy. 

Baca Juga: Implementasi IK-CEPA ditargetkan tahun depan, Mendag beberkan keuntungannya

Peningkatan impor Indonesia ini didorong oleh masih soildnya aktivitas manufaktur, yang terlihat dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang tercatat 53,9 atau berada di zona ekspansi. 

Dari sisi ekspor, diperkirakan nilai ekspor akan terkoreksi 0,86% mtm. Meski, bila dibandingkan dengan November 2020, nilai ekspor masih naik 43,1% yoy. 

Penurunan ekspor secara bulanan didorong oleh kontraksi harga batu bara sebesar 29,86% mtm. Namun, harga komoditas ekspor lain, seperti CPO, masih tercatat naik 2,89% mtm. 

Permintaan dari mitra dagang Indonesia, seperti India dan Jepang, yang mengalami kenaikan aktivitas manufaktur, diperkirakan ikut mendorong kenaikan volume ekspor dari Indonesia. Sehingga dampak dari penurunan harga batu bara menjadi cenderung terbatas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×