kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Dukungan BI untuk Program 3 Juta Rumah: Peluang Stabilitas atau Ancaman Likuiditas?


Minggu, 23 Februari 2025 / 17:48 WIB
Dukungan BI untuk Program 3 Juta Rumah: Peluang Stabilitas atau Ancaman Likuiditas?
ILUSTRASI. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memaparkan Program 3 Juta Rumah di Jakarta (8/11/2024).


Reporter: Indra Khairuman | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rencana pemerintah untuk menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) sebagai biaya bagi program 3 juta rumah mendapatkan dukungan dari Bank Indonesia (BI), yang bersedia untuk membeli SBN tersebut.

Namun, langkah ini menimbulkan sejumlah pertanyaan mengenai dampak terhadap likuiditas serta peran pasar dalam pembiayaan, terutama jika BI terlalu mendominasi kepemilikan aset SBN.

Myrdal Gunarto, Global Markets Economist dari Maybank Indonesia, menjelaskan bahwa peran BI dalam pembiayaan pemerintah melalui SBN dapat memberikan stabilitas di pasar. “Ini sangat diperlukan jika kondisi pasar tidak kondusif,” ujar Myrdal kepada Kontan.co.id, Minggu (23/02). Dalam situasi tersebut, dukungan dari BI menjadi penting untuk menjaga kepercayaan investor dan mencegah terjadinya volatilitas yang lebih besar di pasar SBN.

Baca Juga: Ambisi 3 Juta Rumah: Tantangan & Risiko Utang yang Mengancam Kesehatan Fiskal Negara

Namun, Myrdal juga menekankan bahwa mekanisme pasar tetaplah penting dalam pembiayaan, terkhusus saat keadaan pasar sedang dalam keadaan baik. Ia menyarankan agar pemerintah mengoptimalkan pembiayaan melalui pasar untuk menekan kupon yang rendah dan meringankan beban fiskal. “Pemerintah sebaiknya tidak hanya bergantung pada BI untuk mendanai program ini,” katanya.

Di sisi lain, Myrdal mengingatkan bahwa jika BI terlalu banyak menguasai aset SBN, hal ini bisa menimbulkan masalah likuiditas. “Ketersediaan likuiditas BI harus diperhatikan,” tambahnya. Jika tidak, kondisi ini bisa berbahaya bagi neraca keuangan BI.

Baca Juga: Terbitkan SBN untuk Sokong 3 Juta Rumah

Oleh karena itu, sangat penting bagi pemerintah untuk mempertimbangkan skema penerbitan SBN dengan cermat, agat tidak hanya bergantung pada BI untuk mendanai program pembangunan 3 juta rumah, namun juga melibatkan mekanisme pasar yang sehat.

Baca Juga: Rencana Pembelian SBN oleh BI Berisiko Terhadap Independensi dan Stabilitas Ekonomi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×