kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Duh, tiga negara besar dunia diramal akan resesi dalam waktu dekat


Sabtu, 05 Oktober 2019 / 14:45 WIB
Duh, tiga negara besar dunia diramal akan resesi dalam waktu dekat
ILUSTRASI. Bendera Uni Eropa di London

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Resesi ekonomi memang menjadi ancaman bagi perekonomian global. Sebab, ekonomi di negara-negara global, tak terkecuali di negara acuan perekonomian dunia tengah melesu hingga memasuki kuartal IV 2019.

Tidak heran, banyak lembaga keuangan internasional, seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), dan Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mengoreksi pertumbuhan ekonomi.

Tidak hanya sekali, tapi silih berganti sejak dua kuartal belakangan. Proyeksi ketiga lembaga tersebut sepakat menurunkan proyeksi ekonomi. Dari rentang 2,9% hingga 3,3% menjadi 2,6% hingga 3,2%.

Baca Juga: Data Perkerjaan AS Bagus, Kenaikan Harga Emas Hari Ini Terpangkas

"Seiring dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut, kemungkinan akan ada resesi global dalam waktu dekat. Setidaknya tiga negara besar seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman menjadi sangat rentan terhadap kemungkinan resesi dalam waktu dekat," kata peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan dalam keterangan resmi, Jumat (4/10).

Pingkan mengatakan, perekonomian di benua biru juga tidak lolos dari kemungkinan resesi dalam waktu dekat. Pasalnya, masih adanya tensi geopolitik antara Inggris dan Uni Eropa menjelang keputusan final Brexit yang akan ditetapkan pada 31 Oktober mendatang.

Baca Juga: Turun jadi 3,5%, angka pengangguran AS dekati level terendah dalam 50 tahun

Data Badan Statistik Nasional Inggris menyebut, Inggris dan Jerman masing-masing mengalami perlambatan ekonomi sepanjang tahun 2019. Memasuki kuartal III, Inggris stagnan dengan perlambatan 1,8% dibanding kuartal II 2019.

Sedangkan di Jerman, Badan Statistik Nasional menyebut kontraksi ekonomi terjadi selama 9 bulan belakangan dengan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2019 berada pada level 0,4%.

Lain lagi dengan Amerika Serikat. Pingkan menyebut, negara adidaya itu masih melangsungkan perang dagang dengan China yang telah bergulir lebih dari satu tahun. Pun belum memperlihatkan tanda-tanda akan berakhir.

Baca Juga: Risiko resesi AS kian meningkat, ini beberapa indikasinya

Kendati demikian, dia tidak memungkiri dunia mesti menunggu kedua negara tersebut bertemu pada 10 Oktober 2019 mendatang. Kebijakan yang diambil dua negara, tentu akan sangat mempengaruhi proyeksi ekonomi ke depan.

“Setidaknya kita masih harus menunggu hingga AS-China bertemu pada 10 Oktober mendatang, mengetahui perkembangan kebijakan yang akan diambil oleh Amerika dan China,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ekonom: 3 Negara Besar di Dunia Bisa Resesi dalam Waktu Dekat"
Penulis : Fika Nurul Ulya
Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan 




TERBARU

Close [X]
×