kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Dua terdakwa e-KTP pernah bertemu Setya di hotel


Kamis, 16 Maret 2017 / 16:52 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Dalam sidang lanjutan korupsi mega proyek e-KTP, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggarini menuturkan bahwa sejak Februari 2010, politisi Partai Golkar Setya Novanto meminta agar proyek e-KTP diloloskan. Diah mengatakan itu ketika majelis hakim mencecarnya soal serangkaian pertemuan pada awal 2010 terkait proyek e-KTP.

"Beliau (Setya Novanto) hanya menyampaikan, 'di Depdagri ada program eKTP ini program strategis nasional mari kita jaga bersama-sama'," kata Diah menirukan Setya Novanto.

Hal itu disampaikan ketika terdakwa Irman dan Sugiharto bertemu dengan Diah Anggraini, Andi Agustinus dan Setya Novanto di Hotel Gran Melia Jakarta. Pertemuan dilakukan pagi-pagi sekitar pukul 06.00 WIB pada Februari 2010. Pada saat itu hotel nampak belum beraktivitas sepenuhnya, eskalator pun belum dijalankan.

Diah mengaku yang mengundangnya ialah Andy Narogong. Namun ia mengaku tidak tahu siapa yang mengundang Setya Novanto serta kaitannya dengan proyek e-KTP ini.

Dalam kasus ini, mantan pejabat Departemen Dalam Negeri waktu itu, Irman dan Sugiharto didakwa merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Keduanya diduga terlibat dalam pemberian suap sejak proses penganggaran di tingkat DPR RI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×