kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Dua terdakwa e-KTP pernah bertemu Setya di hotel


Kamis, 16 Maret 2017 / 16:52 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Dalam sidang lanjutan korupsi mega proyek e-KTP, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggarini menuturkan bahwa sejak Februari 2010, politisi Partai Golkar Setya Novanto meminta agar proyek e-KTP diloloskan. Diah mengatakan itu ketika majelis hakim mencecarnya soal serangkaian pertemuan pada awal 2010 terkait proyek e-KTP.

"Beliau (Setya Novanto) hanya menyampaikan, 'di Depdagri ada program eKTP ini program strategis nasional mari kita jaga bersama-sama'," kata Diah menirukan Setya Novanto.

Hal itu disampaikan ketika terdakwa Irman dan Sugiharto bertemu dengan Diah Anggraini, Andi Agustinus dan Setya Novanto di Hotel Gran Melia Jakarta. Pertemuan dilakukan pagi-pagi sekitar pukul 06.00 WIB pada Februari 2010. Pada saat itu hotel nampak belum beraktivitas sepenuhnya, eskalator pun belum dijalankan.

Diah mengaku yang mengundangnya ialah Andy Narogong. Namun ia mengaku tidak tahu siapa yang mengundang Setya Novanto serta kaitannya dengan proyek e-KTP ini.

Dalam kasus ini, mantan pejabat Departemen Dalam Negeri waktu itu, Irman dan Sugiharto didakwa merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Keduanya diduga terlibat dalam pemberian suap sejak proses penganggaran di tingkat DPR RI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×