kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Dua Syarat Pencairan Standby Loan


Kamis, 08 Januari 2009 / 13:00 WIB


Reporter: Uji Agung Santosa |

JAKARTA. Pemerintah hanya akan menarik pinjaman siaga (stanby loan) sebesar US$ 5 milliar jika penerbitan SUN dan obligasi tidak sesuai harapan alias tidak ada yang membeli. Pemerintah akan mengumumkan kebijakan mengenai pinjaman siaga termasuk berapa jumlah dana pasti yang akan ditarik pada Februari 2009 mendatang.

Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan (Depkeu) Rahmat Waluyanto mengatakan ada beberapa pemicu yang memungkinkan pemerintah untuk menggunakan pinjaman siaga. Yaitu, jika dari sisi yield terlalu tinggi, dan jika dalam lelang pemerintah merasa penawaran yang dilakukan tidak cukup.

"Akan diumumkan oleh Menkeu, mudah-mudahan bulan depan," kata Rahmat. Ia menambahkan pembiayaan siaga 2009 masih sesuai dengan yang direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009 sebesar US$ 5 milliar.

Menurutnya, negara-negara kreditor sangat antusias membantu Indonesia karena Indonesia dianggap punya komitmen untuk terus menjaga momentum pembangunan dan reformasi di segala bidang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×