kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Dua Syarat Pencairan Standby Loan


Kamis, 08 Januari 2009 / 13:00 WIB


Reporter: Uji Agung Santosa |

JAKARTA. Pemerintah hanya akan menarik pinjaman siaga (stanby loan) sebesar US$ 5 milliar jika penerbitan SUN dan obligasi tidak sesuai harapan alias tidak ada yang membeli. Pemerintah akan mengumumkan kebijakan mengenai pinjaman siaga termasuk berapa jumlah dana pasti yang akan ditarik pada Februari 2009 mendatang.

Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan (Depkeu) Rahmat Waluyanto mengatakan ada beberapa pemicu yang memungkinkan pemerintah untuk menggunakan pinjaman siaga. Yaitu, jika dari sisi yield terlalu tinggi, dan jika dalam lelang pemerintah merasa penawaran yang dilakukan tidak cukup.

"Akan diumumkan oleh Menkeu, mudah-mudahan bulan depan," kata Rahmat. Ia menambahkan pembiayaan siaga 2009 masih sesuai dengan yang direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009 sebesar US$ 5 milliar.

Menurutnya, negara-negara kreditor sangat antusias membantu Indonesia karena Indonesia dianggap punya komitmen untuk terus menjaga momentum pembangunan dan reformasi di segala bidang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×