kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Harus Ada Mekanisme Khusus Pencairan Standby Loan


Senin, 15 Desember 2008 / 14:51 WIB


Reporter: Uji Agung Santosa | Editor: Didi Rhoseno Ardi

JAKARTA. Pemerintah Indonesia berharap seluruh dana siaga (stanby loan) untuk menjaga pertumbuhan ekonomi domestic 2009 sebesar 6% bisa menggunakan mekanisme deffered drawdown option (DDO). Dengan mekanisme itu maka pinjaman sejumlah US$ 5 milliar itu bisa ditarik kapanpun dalam periode tiga tahun.

Deputi bidang Pembiayaan Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan pemerintah tengah menegosiasikan penerapan mekanisme itu dengan beberapa donor baik multilateral maupun bilateral yang telah memberikan komitmen pinjaman.

"Ini untuk menjembatani perbedaan mekanisme masing-masing donor. Kalau berbeda-beda, kita akan sulit nantinya," ujar Lukita di Jakarta, Senin (15/12). Beberapa donor yang telah menunjukkan komitmen pinjaman antara lain Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), dan Pemerintah Australia.

Pemerintah Indonesia mengharapkan akan tercapai kesepakatan penerapan mekanisme DDO untuk pencairan pinjaman siaga pada Januari atau Februari tahun depan. Bulan Januari-Februari 2009 bersamaan dengan hasil pantauan awal pemerintah terhadap kondisi pasar untuk penerbitan obligasi pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×