kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Harus Ada Mekanisme Khusus Pencairan Standby Loan


Senin, 15 Desember 2008 / 14:51 WIB


Reporter: Uji Agung Santosa | Editor: Didi Rhoseno Ardi

JAKARTA. Pemerintah Indonesia berharap seluruh dana siaga (stanby loan) untuk menjaga pertumbuhan ekonomi domestic 2009 sebesar 6% bisa menggunakan mekanisme deffered drawdown option (DDO). Dengan mekanisme itu maka pinjaman sejumlah US$ 5 milliar itu bisa ditarik kapanpun dalam periode tiga tahun.

Deputi bidang Pembiayaan Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan pemerintah tengah menegosiasikan penerapan mekanisme itu dengan beberapa donor baik multilateral maupun bilateral yang telah memberikan komitmen pinjaman.

"Ini untuk menjembatani perbedaan mekanisme masing-masing donor. Kalau berbeda-beda, kita akan sulit nantinya," ujar Lukita di Jakarta, Senin (15/12). Beberapa donor yang telah menunjukkan komitmen pinjaman antara lain Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), dan Pemerintah Australia.

Pemerintah Indonesia mengharapkan akan tercapai kesepakatan penerapan mekanisme DDO untuk pencairan pinjaman siaga pada Januari atau Februari tahun depan. Bulan Januari-Februari 2009 bersamaan dengan hasil pantauan awal pemerintah terhadap kondisi pasar untuk penerbitan obligasi pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×