Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kabar duka kembali menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji 2026. Pemerintah melaporkan tambahan jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menyampaikan bahwa pada Senin, 27 April 2026, seorang jemaah perempuan asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, atas nama Kamariah Dul Tayib (85) yang tergabung dalam kloter SUB (Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya) 8, meninggal dunia.
Dengan adanya kabar tersebut, total jemaah haji Indonesia yang wafat hingga saat ini tercatat sebanyak dua orang, atau sebelumnya berasal dari kloter SOC III asal Solo, atas nama Rodiah (68).
Baca Juga: Total 40.796 Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan, 36.483 Tiba di Madinah
“Innalilahi wa inna ilaihi raji’un. Kita doakan semoga husnul khatimah,” ujar Maria dalam konferensi pers, Selasa (28/4/2026).
Pemerintah menegaskan bahwa aspek kesehatan jemaah menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Berbagai layanan kesehatan telah disiapkan secara menyeluruh dan berlapis, mulai dari masa keberangkatan hingga jemaah berada di Tanah Suci.
Khusus di daerah kerja Madinah, tercatat sebanyak 1.373 jemaah telah menjalani rawat jalan. Dari jumlah tersebut, 30 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 54 lainnya mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.
Saat ini, layanan kesehatan didukung oleh 40 klinik di Makkah dan 5 klinik di Madinah. Selain itu, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) juga disiagakan di dua wilayah tersebut untuk memberikan penanganan lebih lanjut bagi jemaah yang membutuhkan.
Baca Juga: KNKT Turun Tangan Usut Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Ini Perkembangannya
Setiap kelompok terbang (kloter) turut dilengkapi dengan satu dokter dan satu tenaga kesehatan. Dukungan juga diperkuat dengan rumah sakit rujukan di Arab Saudi serta petugas kesehatan yang bersiaga di berbagai titik layanan, mulai dari kloter, sektor, hingga fasilitas kesehatan.
Pemerintah memastikan jemaah yang mengalami gangguan kesehatan akan segera mendapatkan penanganan secara optimal, dengan pemantauan kondisi yang dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya perlindungan jemaah selama menjalankan ibadah haji.
“Jemaah yang kemudian mengalami gangguan kesehatan InsyaAllah akan segera ditangani dengan tuntas dan kondisinya ini terus dipantau sebagai bagian dari perlindungan jemaah,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













